Tim Abdimas UAJY Dorong Diversifikasi Produk Oleh-oleh dari Rumput Laut Ulva

share on:
Para anggota Tim Abdimas UAJY menunjukkan proses pembuatan oleh-oleh dari rumput laut ulva || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) memberikan pelatihan diversifikasi produk, penentuan harga produk, dan pemasaran media sosial kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ulvasari pada Agustus 2025.

BACA JUGA: Peristiwa Colombo Plan 1959 di Yogya Perlu Diangkat Secara Nasional

Kegiatan pengabdian ini terlaksana karena adanya hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

Program pengabdian ini dipimpin oleh Irene Santika Vidiadari SIKom MA dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAJY dan dilaksanakan di Kapanewon Tepus, Gunungkidul.

BACA JUGA: Tiga Pemerhati Merevolusi Cara Pandang terhadap Zakat

Pada pelatihan ini, Irene turut didampingi oleh dua dosen lain yaitu Ekawati Purwijantiningsih SSi, MSi, dari Fakultas Teknobiologi (FTB) dan Prof Dr I Putu Sugiartha Sanjaya SE MSi Ak CA dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE). Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari FISIP dan FTB, serta tenaga kependidikan (tendik) UAJY.

Pada pelatihan diversifikasi produk, Ekawati bersama Marvel Nelson Dorotheo, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, mendampingi peserta di rumah produksi KUB Ulvasari untuk mengolah rumput laut ulva menjadi berbagai produk, seperti tepung, kerupuk, dan bumbu tabur ulva.

BACA JUGA: Seni Sebagai Resonansi Estetik

“Saya berharap mereka akan lebih kreatif dan inovatif untuk menciptakan produk-produk berbahan baku ulva,” ujar Ekawati.

KUB Ulvasari juga mendapatkan pelatihan penentuan harga produk bersama Prof I Putu Sugiartha Sanjaya. Ia menemukan bahwa terdapat kendala dalam perhitungan biaya, sehingga harga jual sebelumnya terlalu rendah dan berpotensi merugi. Putu kemudian memberikan penjelasan dasar mengenai perhitungan biaya produksi, yang dilanjutkan dengan praktik bersama para peserta.

BACA JUGA: Benarkah Ada Tren Vonis Ringan Kasus Korupsi di Yogyakarta? Simak Pengamatan JCW

Pada aspek promosi, Irene memberikan pelatihan media sosial bersama dengan empat mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan seorang tenaga kependidikan. Setiap mahasiswa membawakan materi berbeda sesuai bidang keahlian komunikasi, seperti Oktovidia Dwinda Clarista, yang memberikan pendampingan untuk pembuatan rencana konten Instagram KUB Ulvasari.

“Kami berbagi tugas, ada yang review Instagram mereka, ada yang membahas soal identitas brand, tentang caption, tentang content plan,” jelas Dwinda.

BACA JUGA: Kolaborasi Global SMA Muhi Yogya dan Sekolah Malaysia Wujudkan Pembelajaran Antarbudaya

Para mahasiswa juga berperan dalam proses dokumentasi serta publikasi kegiatan bersama KUB Ulvasari. Tidak hanya berhenti pada pelatihan, Dwinda dan mahasiswa lainnya turut mendampingi pembuatan konten media sosial. Konten tersebut nantinya akan menjadi materi awal untuk akun Instagram baru KUB Ulvasari, @ulvaratepus.

BACA JUGA: Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman, Dari Penyelidikan ke Penetapan Tersangka

Sementara itu, Maria Christa Rosari, tenaga kependidikan FISIP UAJY, turut membantu dalam pembuatan akun instagram baru KUB Ulvasari. Maria memberikan pendampingan teknis terkait instagram bisnis berikut cara mengelolanya, serta website khusus bagi KUB Ulvasari. Melalui website ini, diharapkan informasi produk dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Website tersebut juga mencantumkan kontak dan toko daring, mempermudah konsumen dalam melakukan pemesanan. Peserta terlihat antusias untuk belajar menggunakan media sosial  serta website sebagai sarana promosi produk.

BACA JUGA: Senator Gus Hilmy Desak Presiden Ambil Peran Nyata di Krisis Kemanusiaan Sudan

Maria bersama para mahasiswa UAJY turut senang dapat mendampingi peserta dari KUB Ulvasari. Para peserta pun antusias dan menyambut terbuka untuk belajar bersama. Diharapkan, semua ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat untuk KUB Ulvasari sehingga dapat berkembang menjadi produk unggulan dari Kapanewon Tepus.

“Semoga KUB Ulvasari dapat menerapkannya dalam pengembangan bisnisnya ke depan,” ujar Maria. (*/Red)


share on: