Yogyapos.com (SLEMAN) – Tiga mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menerima penghargaan sebagai 3rd Winner International Gadjah Mada Business Case Competition.
Ketiga mahasiswa tersebut masing masing, Josephine Adeline dari Program Studi Biologi angkatan 2023, Vidha Hiranya Astu Baboe Program Studi Manajemen Internasional angkatan 2021 dan Niklaus Serafino Setiadi m Program Studi Manajemen Internasional angkatan 2022.
Mereka memilih nama EcoTechpreneurs untuk timnya, berhasil mengalahkan lebih dari 200 tim dari berbagai universitas termasuk universitas luar negeri seperti National University of Singapore (NUS) dan University of the Philippines-Diliman.
BACA JUGA: Waspada! Satu Bayi Dihargai Rp 55 Juta, Penjualnya Oknum Bidan Sebuah Klinik Bersalin
Kegiatan Business Case Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada ini merupakan kegiatan tahunan yang kali ini diselenggarakan secara internasional. Business Case Competition umumnya diselenggarakan untuk membentuk konsultan bisnis muda yang memiliki pemikiran maju dalam memberikan solusi bisnis untuk perusahaan.
Sebelum sampai pada final dan menjadi juara, tim dari UAJY ini diseleksi secara online. Pada babak penyisihan, setiap tim diharapkan mampu memberikan solusi dari sebuah kasus yang dirancang dalam bentuk paper dan video.
BACA JUGA: Waspada! Satu Bayi Dihargai Rp 55 Juta, Penjualnya Oknum Bidan Sebuah Klinik Bersalin
Pada tahun ini, PT Pupuk Kalimantan Timur kembali menjadi mitra dengan memberikan kasus yang harus diselesaikan oleh masing-masing tim. Setelah lolos pada babak seleksi, Tim EcoTechpreneurs kembali berhadapan dengan 13 tim pada babak semifinal. Pada babak ini, setiap tim harus membuat deck presentation dari paper yang telah dibuat sebelumnya. Babak final diselenggarakan pada 23-24 November di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Presentasi yang dibawakan oleh Tim EcoTechpreneurs berhasil mengantarkan mereka menjadi juara 3 dalam kompetisi ini.
BACA JUGA: Korban Ditembus Tujuh Butir Peluru, Polisi Tetapkan 10 Tersangka
Setiap anggota memiliki tantangan masing-masing yang dihadapi saat mengikuti kompetisi. Vidha menuturkan topik yang diangkat pada kasus kali ini menjadi tantangan yang dia hadapi karena tidak pernah belajar mengenai bidang tersebut sebelumnya.
“Untungnya di tim kami ada Josephine yang lebih paham mengenai bidang biologi, jadi kami merasa sangat terbantu,” ujar Vidha, Kamis (12/12/2024).
Selain itu, ini merupakan kali pertama Niklaus dan Josephine mengikuti Business Case Competition, sehingga menjadi tantangan tersendiri yang mereka rasakan. Adaptasi juga menjadi tantangan yang dihadapi tim karena harus menyesuaikan diri dengan topik kasus hingga lingkungan perlombaan.
Niklaus mengaku merasa tidak menyangka dan bangga akan menjadi salah satu tim yang berdiri di podium dan menjadi juara, bahkan saat menjadi salah satu finalis saja, dirinya merasa sudah lebih dari cukup karena berhasil melewati banyak universitas hebat lainnya.
BACA JUGA: Sri Purnomo Penuhi Panggilan Kejaksaan Sebagai Saksi Dugaan Korupsi
Ia berharap ke depannya banyak mahasiswa yang memiliki keinginan untuk mengikuti kompetisi serupa serta bergabung ke dalam komunitas konsultan yang dibentuk oleh Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) dan terbuka untuk seluruh mahasiswa UAJY yang ingin belajar menjadi konsultan bisnis.
Josephine juga mengajak seluruh mahasiswa UAJY untuk menambah pengalaman melalui lomba-lomba. “Jangan pernah takut untuk mencoba, karena kalau hanya dibayangkan tidak akan pernah tahu rasanya bagaimana,” ujar Josephine.
BACA JUGA: Wamen PPMI Mengapresiasi Usaha Rintisan Purna Pekerja Migran, Ini Komentarnya
Selain menjadi juara 3, Vidha Hiranya Astu Baboe juga terpilih sebagai best speaker dalam Business Case Competition ini. Bukan kali pertama bagi Vidha, sebelumnya pada bulan April, Vidha juga sudah pernah dinobatkan sebagai best speaker dalam kompetisi serupa. Vidha mengaku kompetisi sebelumnya menjadi ajang untuk belajar dan mengasah diri untuk menjadi lebih baik lagi. Pemilihan best speaker sendiri dilakukan langsung oleh juri saat peserta melakukan presentasi dan tanya jawab.
BACA JUGA: Setelah Sri Purnomo, Raudi Akmal Diperiksa Sebagai Saksi Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
“Dalam public speaking, cara berbicara yang baik tidaklah cukup, tetapi juga harus memahami materi dan apa yang sedang dibicarakan,” ujar Vidha.
Vidha mengaku sering menjadi MC ataupun moderator pada beberapa kesempatan dan secara tidak langsung kemampuan public speaking-nya terasah. Dengan latar belakang sering mengikuti lomba, menjadikan Vidha percaya diri untuk terus mencoba menjadi yang terbaik. Dirinya mengaku sangat senang dan bersyukur saat terpilih menjadi best speaker dari sekian banyak peserta. (*/Red)
