Yogyapos.com (SLEMAN) - Hadirnya sejumlah perusahaan teknologi di DIY merupakan hal yang menggembirakan. Sebab, perusahaan tersebut akan menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran. Namun, disisi lain, produk digital teknologi jangan sampai mengabaikan sisi manusiawi dan menjadikan manusia justru menjadi robot.
Demikian disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberikan sambutan dalam Grand Opening Gerai Tele Performance di Sleman City Hall Yogyakarta, Kamis (9/6/2022).
“Kita tentu sudah familier dengan era industri 4.0 , ini adalah keadaan dimana transformasi digital dan pemanfaatan artificial telah merambah seluruh aspek kehidupan manusia. Namun perlu diketahui bahwa era ini dapat dikatakan ideal hanya jika yang menjadi tujuan besarnya adalah era society 5,0,” ujar Sultan
Dijelaskan Sultan, secara sederhana era society 5.0 adalah sebuah konsep yang memanusiakan manusia, keadaan dimana transformasi digital dan memanfaatkan artificial inteligence, bukan dimaksudkan untuk menggeser posisi maupun values manusia, melainkan sebaliknya. Agar semuanya itu dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia, sekaligus mewujudkan pemerataan kemakmuran.
Kondisi ideal tersebut, lanjut Sultan, juga ditandai dengan keadaan dimana human intelegence dilihat sebagai sesuatu yang mahal harganya. Adapun dalam dunia kerja atau dunia bisnis, values manusia salah satunya dapat dilihat salah satunya dari perilaku perusahaan memperlakukan para pekerjanya. Untuk itu Sultan mengingatkan, agar perusahaan digital teknologi selalu melihat sumber daya manusia dari sudut pandang human capital dan bukan sekedar human resources.
Mengutip pengalaman saat berada di Amerika dan Kyoto, Sultan mengatakan bahwa, kedua negara ini telah mendigitalisasi kehidupan manusia dengan teknologi dan sebagian dari proses digitalisasi itu sekarang sudah kita nikmati, dimana ketika seseorang tinggal dirumah semuanya sudah digital sehingga dia jarang pergi keluar rumah.
“Teknologi itu bersifat netral (tapi produknya) tergantung komponen yang dimasukkan. Oleh karena itu, apakah digitalisasi teknologi sepertri di Amerika itu akan membuat manusia lebih human atau justru menjadi robot?” ujar Sultan mempertanyakan. (*/Sulistyawan DS)
