Subardi Berharap Pembangunan Tol di Wilayah DIY Membawa Perubahan Positif

share on:
Subardi (tengah) sampaikan materi sosialisasi kepada warga terdampak proyek Jalan Tol || YP- Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) – Pembangunan Jalan Tol yang melintas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sangat dibutuhkan dan diharapkan membawa sejumlah perubahan positif bagi masyarakat. Semangat tersebut kini dapat direalisasikan dengan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi VI, Subardi SH MH saat Sosialisasi Sektor Konstruksi Kementerian BUMN RI ‘Membangun Negeri, Membangun Masyarakat’ di Aula Lab Intibios Banyuraden, Gamping, Sleman, Selasa (7/3/2023).

“Kenapa itu disosialisasikan, agar masyarakat itu tahu bahwa Yogya memerlukan Jalan Tol, karena apa yang namanya Yogya – Semarang, Semarang - Solo dan Solo - Surabaya sudah tersambung (jalan tol) bahkan yang ada di Sumatera hampir tersambung. Yogya yang merupakan pendiri Republik, pembangunan ini dinanti-nanti masyarakat dan baru sekarang bisa diwujudkan,” kata Subardi.

Bardi menyatakan, sebagai anggota Komisi VI DPR RI sebagai mitra kerja BUMN diberikan kesempatan untuk bermitra melakukan sosialisasi. “Sedangkan pesertanya didominasi warga yang terimbas proyek pembangunan Jalan Tol,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan proyek strategis nasional di wilayah Yogyakarta sangat penting, terlebih  Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X telah memberikan respon positif dengan memberikan kemudahan dalam proses pemanfaatan tanah-tanah milik Kasultanan.

“Bahkan tanah milik Kasultanan yang dipakai oleh Desa atau Kalurahan akan dikerjasamakan, tidak pakai ganti rugi untuk digunakan jalan tol. Tentunya itu melalui proses agar ada kesinambungan jangka panjang dan tidak terjadi persoalan, serta berjalan sesuai regulasi. Termasuk menyelesaikan administrasi yang harus antara Pemda DIY kemudian dengan Kraton, investor serta Kementerian PUPR,” jelas Bardi.

Dalam upaya mendorong percepatan proses pekerjaan konstruksi, pada 21 sampai dengan 24 Februari, pihaknya telah mengundang mitra kerja beberapa BUMN yang terlibat melakukan rapat kerja di Royal Ambarukmo Hotel.

”Kita bahas semuanya, bagaimana jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, realisasi pembebasan lahan termasuk hambatan yang ditemukan, modal kerja investor, nah itu kita lakukan semua kita catat dan akan kami support melalui kelembagaan DPR,” ungkapnya.

Konstruksi pembangunan ruas jalan tol Yogyakarta-Bawen dan Yogyakarta-Solo, Yogyakarta - YIA, diusulkan agar diwujudkan konektivitas dengan rest area yang dapat menonjolkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) masyarakat sekitar

Sementara itu, Anggota Tim Produk Manajemen Marketing PT Semen Indonesia Group area Yogyakarta, Iman Fitriadi memastikan kemampuan dalam upaya pemenuhan kebutuhan konstruksi melalui produk yang diciptakan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

“Kami siap bersinergi dan mensuplai kebutuhan produk untuk proyek -proyek  atau pembanguan di Indonesia Produk kami ada semen kemasan (kantong), semen curah dan beton,” jelasnya. (Opo)

 

 

 

 


share on: