Yogyapos.com (SLEMAN) - Rangkaian Dies Natalis ke-59, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan kegiatan Sua Sapa Guru Bimbingan Konseling SMA-SMK, di Student Lounge Gedung Thomas Aquinas, Kampus II, Babarsari, Rabu (18/9/24).
Pertemuan yang diorganisir oleh Kantor Kerjasama dan Promosi (KKP) ini rutin dilaksanakan setiap tahun guna menjalin hubungan baik dengan sekolah-sekolah di DIY.
Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 100 guru konseling SMA-SMK di DIY. Sebelum masuk ke acara utama, diadakan kegiatan pengenalan lingkungan kampus melalui sesi Campus Tour.
Sua Sapa dengan Guru SMA/SMK tahun ini mengangkat topik “Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah dan Satuan Kerja” yang dibawakan oleh B. Hengky Widhi Antoro SH MH bersama dengan tim.
Kepala KKP, Drs Ign Agus Putranto MSi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang sudah menyempatkan diri untuk hadir. Agus juga mengajak para guru untuk melakukan kerja sama kedepannya untuk kemajuan pendidikan.
“Kami bersyukur karena hubungan dengan Bapak/Ibu sudah sangat dekat dan akrab. Jadi, kami selalu membuka tangan dan berharap dapat terus bergandengan tangan dengan Bapak/Ibu untuk dapat meningkatkan pendidikan anak didik kami semua,” ujar Agus.
Dalam kegiatan ini turut hadir Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman yang diwakilkan oleh Fenty Sarah Fauziah, S.Pd. selaku Penelaah Teknis Kebijakan. Fenty mengungkap siap bekerja sama dengan UAJY untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Fenty juga berharap setiap sekolah dapat meningkatkan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan sekolah melalui pemaparan materi hari ini.
Wakil Rektor II, Samiaji Sarosa MIS PhD turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan ini. Samiaji berterima kasih kepada peserta yang telah hadir memeriahkan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-59 UAJY. Samiaji juga menjelaskan tujuan kegiatan Sua Sapa dengan Guru SMA dan SMK yang dilaksanakan setiap tahun oleh UAJY.
“Tujuan kami dalam hal ini tidak semata untuk menguatkan hubungan. Menyadari potensi kekerasan seksual akan selalu ada di lingkungan sekolah, maka saya berharap materi yang diberikan dapat memberi wawasan bagi Bapak/Ibu yang nanti dapat dibagikan kepada sekolah masing-masing,” ujar Samiaji. (*)
