Yogyapos.com (YOGYA) - SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya berprestasi di lingkungan sekolah dengan memberikan beasiswa kepada 50 siswa kelas X dan XI.
BACA JUGA: 76 Indonesian Downhill Yogyakarta: Andy Prayoga Juara 'Men Elite', Milatul Khaqimah 'Women Elite'
Penyerahan beasiswa dilakukan secara langsung oleh Kepala SMA Muhi, Drs H Herynugroho MPd, dalam kegiatan upacara bendera di halaman sekolah, Senin (25/5/2026). Program ini menjadi salah satu bentuk apresiasi sekolah terhadap capaian siswa di berbagai bidang. Total dana yang disalurkan dalam program beasiswa prestasi ini mencapai Rp 18,3 juta yang diberikan secara merata sesuai kategori prestasi.
BACA JUGA: Slemania, Karnaval dan Multitude
Beasiswa tersebut diberikan kepada siswa yang berhasil menorehkan prestasi dari tingkat lokal hingga internasional, baik di bidang akademis maupun non-akademis. Prestasi akademis mencakup olimpiade sains, lomba riset, dan kompetisi mata pelajaran, sementara non-akademis meliputi olahraga, seni, kepemimpinan, dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
BACA JUGA: 129 Downhiller Berkompetisi Keras di Seri Perdana 76 Indonesian Downhill
Pihak sekolah mencatat bahwa para penerima beasiswa merupakan siswa yang telah menunjukkan konsistensi dalam berprestasi serta aktif mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang kompetisi. Seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan data prestasi yang telah diverifikasi oleh pihak sekolah dan pembina masing-masing bidang.
BACA JUGA: LBHMU-MHH Muhammadiyah Yogya Gelar Sarasehan Hukum Waris dan Tata Kelola Wakaf
Herynugroho MPd menegaskan pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memperkuat budaya berprestasi di kalangan siswa. Sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan karakter unggul, disiplin, dan kompetitif.
“Kami ingin memberikan apresiasi nyata kepada siswa yang telah berjuang dan berprestasi. Harapannya, ini menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.
BACA JUGA: Bergerak dari GIK, Ribuan Peserta Meriahkan Jogja Run D-City 2026
Lanjut dia, penghargaan beasiswa ini didasarkan pada sistem poin prestasi yang diterapkan sekolah. Setiap capaian siswa dikonversi menjadi poin sesuai tingkat dan kualitas kompetisi yang diikuti. Semakin tinggi jenjang lomba, semakin besar poin yang diperoleh. Prestasi tingkat internasional memiliki bobot poin tertinggi, diikuti nasional, provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat sekolah. Selain itu, aspek gengsi atau kredibilitas penyelenggara lomba juga turut memengaruhi besaran poin yang diberikan.
BACA JUGA: Bangunan Tempat Pemotongan Ayam Terbakar, Pemicunya Instalasi Tangki Septik
Ia menambahkan bahwa sistem ini dirancang untuk menciptakan penilaian yang objektif dan adil, sekaligus mendorong siswa untuk tidak hanya berpartisipasi dalam lomba tingkat rendah, tetapi juga berani bersaing di level yang lebih tinggi. Dengan sistem poin tersebut, setiap prestasi siswa dapat diukur secara lebih transparan dan terstruktur, sehingga akumulasi poin menjadi dasar utama dalam penentuan penerima beasiswa.
BACA JUGA: Bangunan Tempat Pemotongan Ayam Terbakar, Pemicunya Instalasi Tangki Septik
“Kami ingin semua usaha siswa terukur dengan jelas dan dihargai secara proporsional,” jelasnya.
Pemberian apresiasi berupa beasiswa juga dinilai memiliki manfaat penting bagi perkembangan psikologis dan akademik siswa. Penghargaan ini dapat meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat motivasi belajar, serta mendorong siswa lain untuk mengikuti jejak prestasi yang sama. Lingkungan sekolah yang memberikan pengakuan terhadap capaian siswa juga akan menciptakan budaya kompetisi yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas diri secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Menteri LH Jumhur Hidayat Cemaskan Gejala 'Ghost Fishing'
Sementara itu, para siswa penerima beasiswa mengaku bangga dan termotivasi atas penghargaan yang diberikan oleh sekolah. Mereka merasa usaha yang telah dilakukan selama ini mendapatkan pengakuan yang layak dan menjadi dorongan untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
BACA JUGA: 34 Perguruan Tinggi Jalin Kerjasama Program Beasiswa Sleman Pintar
Beberapa siswa bahkan menyatakan akan berusaha mengikuti lebih banyak kompetisi bergengsi di tingkat nasional maupun internasional. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai tradisi SMA Muhi dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. (Yusron Adi Dharma)
