Siswa SLB Wiyata Dharma Antusias Ikuti Simulasi Penanganan Bencana Angin Kencang

share on:
Simulasi penanganan bencana alam angin kencang di SLB C Wiyata Dharma 2, Selasa (23/8/2022) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sekolah Luar Biasa (SLB) C Wiyata Dharma 2 Sleman (Widhar 2 Sleman) di Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel menjadi salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), sebagai sekolah yang berbasis siaga kebencanaan.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-lkbh-pandawa-hadir-di-smp-muhammadiyah-piyungan-salurkan-beasiswa-dan-penyuluhan-hukum-8516

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SLB C Widhar 2 Sleman, Budi Sudarini SPd MPd usai melaksanakan simulasi penanganan bencana alam angin kencang di lingkungan sekolah setempat, Selasa (23/8/2022). Kegiatan digelar dengan dukungan dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan BPBD Sleman.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-usai-sertijab-lurah-mororejo-nyatakan-lakukan-skala-prioritas-pembangunan-3394

“Kita difasilitasi oleh BPBD BPBD DIY untuk menyelenggarakan simulasi penanganan bencana alam angin kencang, kami merasa bangga, ini menjadi salah satu rintisan sekolah siaga bencana, dari lima SLB diseluruh DIY, kita libatkan siswa siswi tingkat SMPLB dan SMALB,” jelas Budi Sudarini.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-yuk-tiga-hari-mancing-geden-di-embung-mororejo--5841

Peserta simulasi || YP-Eko Purwono

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini seluruh komponen sekolah terbentuk organisasi kesiapsiagaan bencana alam sehingga apabila sewaktu-waktu  bencana menerpa sekolah.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-joko-ristanta-terpilih-lurah-mororejo-relawan-bersihbersih-mushala-3372

“Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk ketahanan dan kesiapan dalam menghadapi bencana alam, baik angin kencang, dampak erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, maupun bencana sosial lainnya. Sebelumnya pada bulan Maret kita telah mengikuti pendidikan dan latihan,” tuturnya.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pelatihan-pembuatan-pupuk-kompos-mororejo-diikuti-30-peserta-3023

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY,  Danang Samsu mengatakan BPBD DIY sebagai lembaga yang diberi otoritas terhadap pengelolaan bencana di daerah membuat program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) terlebih di lokasi yang rawan dampak bencana sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-75-kalurahan-di-sleman-dicanangkan-sebagai-desa-binaan-keluarga-sakinah-7638

“Pada kesempatan kali ini kita laksanakan simulasi penanganan resiko bencana di SLB C Wiyata Dharma 2 Sleman, harapannya pada satuan tingkat pendidikan memiliki kemampuan beradaptasi atau menangani krisis apabila terjadi bencana alam, sehingga membantu dalam penanganan lebih lanjut,” katanya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-sebagian-infrastruktur-dusun-karanggawang-dibangun-melalui-proyek-psu-7406

Pengawas Pendidikan Khusus Dinas Dikpora DIY, Sri Muji Rahayu SPd MPd berharap kepada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus setelah mengikuti kegiatan simulasi akan lebih tanggap dan tanggung ketika menghadapi bencana. 

“Harapannya anak-anak akan lebih tangguh dan siap menghadapi bencana, baik saat di sekolah, di rumah atau ketika di tempat saudaranya,” ujarnya.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-meriahkan-hut-ke77-ri-ada-lomba-nylumbat-kelapa-di-dusun-karanggawang-7833

Lurah Mororejo Jaka Ristanta yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang digagas oleh BPBD DIY dan sekolah.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-padukuhan-karanggawang-tertib-adminduk-melalui-gisa-8747

“Sehingga bila sewaktu-waktu terjadi bencana dari siswa dan pendidik, sudah paham harus bagaimana serta langkah apa yang harus dilakukan, sehingga bisa mencegah adanya korban dan bisa mengatasi kejadian tersebut dengan mandiri,” tutur Jaka. (Opo)

 

 

 


share on: