Siswa SDN Tegalharjo Kalibawang Kunjungi Museum Wayang danJenderal Besar Soeharto

share on:
Para siswa dan guru-guru SDN Tegalharjo Kalibawang Kulonprogo saat berada di Museum Wayang Kekayon Yogyakarta, Kamis (19/1/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Para siswa SDN Tegalharjo Kalibawang Kulonprogo Museum Wayang Kekayon Yogyakarta di Banguntapan Bantul, Museum Dirgantara Pusat TNI AU Berbah Sleman, Museum Jenderal Besar Soeharto Sedayu Bantul dan Water Park Gabusan Sewon Bantul, Kamis (19/1/2023).

Kunjungan mereka didampingi Kepala Sekolah dan sejumlah guru untuk lebih paham khasanah budaya bangsa, mengenal perjuangan para pahlawan di masa lalu, serta membangkitkan kecintaan kepada tanah air dan memupuk jiwa patriotisme.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-gowes-bareng-komunitas-brompton-jogja-dan-jakarta-1350

“Kami melakukan kunjungan ke Museum Wayang agar pada siswa dapat melihat dan mengetahui secara langsung tentang berbagai jenis wayang. Meski para siswa sudah memperoleh ceritera dari guru, namun perlu melihat langsung,” kata Kepada SDN Tegalharjo Kalibawang, Suprihatin SPd saat mendampingi pada siswa di Museum Kekayon ini.

Dengan cara ini para siswa  akan lebih paham. Sehingga harapannya upaya sekolah agar mereka meningkatkan pengetahuan dan melestarikan seni budaya wayang dan yang lainnya dapat lebih baik.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-joko-purnomo-cetuskan-program-kunjungan-ke-museum-bagi-pelajar-3799

SeIain itu para siswa juga sekaligus berekreasi dan menambah pengetahuan sekaligus keakraban. “Sedangkan kunjujgan ke Museum Dirgantara dan Museum Jenderal Besar Soeharto diharapkan menjadikan para siswa tertanam patriotismenya,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, mereka memperoleh penjelasan tentang selayang pandang wayang oleh Duta Museum Wayang Kekayon Yogyakarta, Anisyah Padmanila Sari SSn.

“Di museum terdapat berbagai koleksi utama antara lain 100 wayang kurawa, wayang purwo, madyo, gedhog, klithik, dupara, diponegaran, krucil, kancil, suluh, golek dan beber. Selin itu juga terdapat berbagai topeng dan arca tokoh wayang,” jelas Anisyah.

Di museum yang areanya cukup luas dan terdapat berbagai tananam langka ini, pasca pandemi jumlah pengunjungnya cenderung berangsur mulai bertambah. (Spd)

 


share on: