Yogyapos.com (BANTUL) - Setiap orang yang melintas di utara Taman Kuliner Imogiri Bantul dipastikan berhenti sejenak. Mereka terkesima menyaksikan wajah-wajah cantik dan ganteng di trotoar sisi utara Lapangan Karangtalun, Imogiri, Bantul itu.
Ada apakah gerangan? Ini acara fashion Batik Imogiri on The Street, atau bahasa mudahnya fashion show yang memanfaatkan trotoar sebagai catwalk untuk berlenggak lenggok mengenalkan dress produksi lokal yang dikenakannya. Keren kan? Ya. Selasa (7/3/2023) sore kemarin, di tempat itu sedang dilangsungkan fashion show dengan kostum batik, produksi unggulan Kapanewon Imogiri. Ada puluhan milenial berparas cantik dan ganteng, melenggak-lenggok di trotoar.

Tepuk tangan gegap-gempita mewarnai penampil, dalam rangka pembukaan Nyadran Agung dan Pasar Nyadran Imogiri yang dibuka oleh Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih.
Suara musik tempo ngebeat menggelegar. Peragawati baju batik yang apik menebarkan senyum ke samping kanan, dimana Pak Bupati dan undangan pejabat duduk berderet di sisi trotoar. Lalu para peragawan dan peragawati berbalik arah. Langkahnya senafas dengan jedag-jedug suara musik yang menggema di udara. Pinggang dan pinggul bergerak kekiri dan kekanan, seakan mengajak kita untuk mencitai produk lokal, penuh sejarah dan penuh jiwa.
Para desainer yang terlibat di acara ini, sebut saja ada Wayu, Putri Ramadhany, Seen By Fikky Anansa, Zein, Geralda Almira, Fariz Ashar dan Liant.

Sedangakan para perawagan dan peragawati cantik dan ganteng itu, seperti: Frist Erico Fernanda, Aditya Tarunata, Rayyan Permana, Windy Angelia Putri, Dian Arfian Saputra, Umi Hawa Habibah, Nur Zahrotul Hayati (Aya) dan Dortji Leonora Saruning. Sederetan milenial itu, juga didukung kuat oleh para “Duta”, yakni: Rangga Buana Panggar Besi, MN Yulianto, Kholidah Wulandari dan Emma Norren Cahya Putri.
Para milenial itu, menebarkan senyum yang lega. Akhirnya mereka bisa memamerkan batik tulis karya para seniman Imogiri yang dikerjakan dengan telaten dan cita rasa seni tinggi. Sejarah batik Imogiri sudah lumayan tua. Setua sejarah raja-raja Mataram.
“Sebenarnya produk lokal kualitasnya tidak kalah dengan produk impor. Cuman kadangkala kita itu suka membeli gengsi dan ingin dibilang wah,” ujar Mujiyono, yang akrab disapa Muji Cino, sebagai Ketua Panitia Nyadran Agung dan Pasar Nyadran 2023 ini.

“Buktinya, karya seniman Imogiri seperti ini. Mewah dan keren kan,” imbuhnya, penuh rasa bangga.
Sementara MC Novita Pristiani Dewi dan Selly Wiyanti, tampak lihai membangun suasana. Jarak arena fashion show dengan panggung utama dan operator sound system, cukup lumayan jauh. Namun toh bagi kedua MC tersebut bukan menjadi hambatan untuk mengatur lalu-lintas acara dan membangun suasana agar tidak membosankan. Dari cara mereka berkomunikasi dengan audience dan dengan para model, tampak duet kedua MC itu sudah memiliki jam terbang yang tinggi dan bukan MC kelas kaleng-kaleng. “MC-nya bagus Pak. Mereka pasangan yang kompak,” kata Mbak Yanti, Ketua Group Angklung Rajawali Malioboro Jogja, yang ikut memeriahkan pembukaan acara itu.
“Akhirnya acara usai sudah. Rasanya plong,” ujar Selly saat ditemui yogyapos.com di Taman Kuliner Imogiri yang sedang menikmati minuman kesukaannya. Dan benar kata Selly, sejak acara dimulai hingga usai, penonton tak bergeming dari tempat mereka duduk dan berdiri.
Para pendukung event || YP-Sarwanto H Swarso
Sementara itu, Dukuh Bendo Marsudi saat menyampaikan laporan kegiatan ini kepada Bupati Bantul, mengatakan, acara ini akan belangsung hingga tanggal 9 Maret 2023. “Pasar nyadran ini, pasarnya rakyat. Panitia mempunyai konsep bahwa selain kegiatan spiritual, budaya, kita juga akan menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi. Stand-stand yang kita buka, diperuntukan bagi masyarakat untuk menjual produknya. Ini semua kita koordinasikan dengan para lurah di Kapanewon Imogiri dan tentu saja dalam koordinasi dengan Pak Penewu,” ujar Dukuh Marsudi yang kita ketahui sebagai Ketua Paguyuban Dukuh.
Sementara itu Ketua Panitia, Muji Cino berharap masyarakat Imogiri bisa berbondong-bondong ke Lapangan Karangtalun Imogiri.
“Kegiatan ini masih dua hari lagi, akan diisi dengan berbagai sajian seni budaya, nyadran agung dan pasar nyadran dengan jajanan kulinernya yang sangat terjangkau, serta cinderamata dan hasil kerajinan lainnya,” ujarnya. (Sarwanto H Swarso/Met)
