Yogyapos.com (YOGYA) - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan salah satu momentum bersejarah pergerakan kemerdekaan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai episentrumnya.
Kini sejarah tersebut kian bermakna bagi bangsa Indonesia seiring diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang penetapan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
BACA JUGA: 74 Tahun Peristiwa Berdarah Kemusuk Diperingati dengan Ziarah dan Seminar
Sultan HB X menyatakan hal itu dalam sambutan upacara peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2023, di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Rabu (1/3/ 2023). Upacara dihadiri antara lain, Kasipers Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Wawan Indaryanto SPd mewakili Danrem 072/Pamungkas, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Wakapolda DIY Brigjen Pol R. Slamet Santoso, Danlanud Ads Marsma TNI Dedy Susanto, Dirjian AAU Kolonel Pnb Ali Ismanto, Ketua DPRD Prop DIY Nuryadi, PJ Walikota Yka Sumadi dan Kepala Kejaksaan DIY Ponco Hartanto.
BACA JUGA: Menkopolhukam Pastikan Tak Ada Penundaan Pemilu 2024
Diungkapkannya, dari dimensi historikal, peristiwa 1 Maret 1949 adalah sebuah upaya perlawanan anak bangsa, sekaligus sebagai upaya membuka mata dunia internasional yang menunjukkan bahwa Indonesia memang masih ada. Atas perlawanan itulah Dewan Keamanan PBB mendesak Belanda agar kembali berunding pasca melancarkan Agresi Militer-nya yang kedua. Hingga pada akhirnya dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.
“Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara juga memiliki makna Persatuan Indonesia, merefleksikan bersatunya berbagai elemen bangsa dalam melawan tirani penjajahan. Sehingga hari ini, dapat pula dimaknai sebagai refleksi semangat rakyat yang senantiasa menunjukkan keberanian dan ketangguhan dalam gelora Bagimu Negeri....Jiwa Raga Kami,” ujarnya.
BACA JUGA: Prof Edy Suandi Hamid: Komitmen dan Integritas Merupakan Kunci Sukses Sarjana Baru
Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2023 memang selayaknya dimulai dengan kontemplasi batin Liring Pangastuti Trusing Tyas, bahwa hati sanubari dan cakrawala pikiran memang harus dibuka seluas-luasnya agar Hari Penegakan Kedaulatan Negara menjadi suluh penerang inspirasi dalam mencintai tanah air Indonesia.
Untuk itulah, setelah meresapi makna dan esensi yang melingkupinya, Hari Penegakan Kedaulatan Negara, harus pula ditafsirkan secara rasional melalui berbagai karya nyata karena rasionalitas lebih tepat menyikapi berbagai dinamika.
“Selamat merayakan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2023. Semoga Tuhan Sang Kuasa Cipta senantiasa menuntun bangsa Indonesia di jalan lurus-Nya dalam mencapai cita mulia Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” pungka Gubernur. (*)
