Yogyapos.com (SLEMAN) - Sruntul adalah salah bentuk kesenian kearifan lokal dari Padukuhan Ngangkrik Triharjo Sleman. Kesenian yangf menyatukan unsur tari, peran, musik tradisional ini diciptakan oleh masyarakat setempat sejak masa lampau.
Grup kesenian yang para pelakunya mayoritas sudah berusia lanjut ini hingga sekarang masih eksis. Sering tampil di event-event kegiatan masyarakat maupun pemerintahan setempat
Amanuri sesepuh seni Sruntul di Ngangkrik sedang memperagakan ciri khas joget Sruntul || YP-Agung DP
“Menurut para sesepuh kesenian Sruntul berasal dari Sleman. Namun tahun berapa tidak ada yang tahu pasti,” kata Agus Tamtomo, pelaku seni Sruntul kepada yogyapos.com, di rumahnya, Senin (12/8/2024).
Agus yang juga mantan Dukuh Ngangkrik Triharjo mengungkapkap, nama seni Sruntul sendiri bermula dari para pengrawit dengan para pemainnya secara bergantian bermain (sruntal-sruntul). Dari aktivitas para pemain yang sruntal-sruntul itulah kemudian dinamakan kesenian Sruntul.
Dijelaskan, pemain Sruntul berawal dari barangan Ledek yang diiringi sejumlah penabuh gamelan dan waranggana (pesiden) duduk lesehan. Adanya barangan ledek ini biasanya saat musim panen. Petani dan dalang barangan ledek, mereka minta imbalan hasil panen seperti padi, ketela dan lainnya.
Setelah malam, barangan mencari penginapan di rumah Pak Dukuh setempat. Sedang ciri khas dari seno Sruntul musiknya terdiri anggklung, terbang dan kendang. Pemainnya menggunakan bulu di blangkon sebelah depan atas.
Agus Tamtomo || YP-Agung DP
“Saya berharap seni Sruntul di Ngangkrik yang sudah ada sejak tahun 1978 ini terus eksis dan bertahan di tengah transformasi budaya sekarang ini,” tandas Agus.
Sementara itu ditempat terpipisah, Amanuri selaku dedengkot seni Sruntul ketika ditemui yogyapos.com mengatakan, pelaku seni Sruntul di Padukuhan Ngangjrik tinggal beberapa orang saja alias bisa dihitung dengan jari.
Diharapkan seni Sruntul yang hampir punah ini tetap dilestarikan melalui event-event dan juga pengenalan kepada generasi muda.
“Saya ucapkan terima kasih pemerintah melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman yang telah memperhatikan kesenian tradisional dan salah satunya seni Sruntul,” ungkap Amanuri yang sejak SMP sudah menggeluti seni Sruntul. (Agung DP)
