Yogyapos.com (SLEMAN) - Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Daerah Istimewa Yogyakarta sedang membangun rumah genset dan pemasangan genset beserta instalasi pendukung pada konstruksi Underpass Kentungan. Pekerjaan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2022.
Pemerintah mengalokasikan anggaran bersumber dari APBN senilai Rp 1,6 miliar untuk mengerjakan bagian bangunan terowongan yang terletak di simpang empat Jalan Padjajaran dengan Jalan Kaliurang di Kapanewon Depok Kabupaten Sleman ini.
Pejabat Pembuat Komitemen (PPK) 1.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DIY, Ersy Perdhana mengatakan, tujuan penambahan fasilitas di Underpass Kentungan yakni untuk pembenahan sistem drainase pompa yang dapat membackup jika aliran listrik dari PLN padam sehingga dapat mengatasi genangan atau banjir saat turun hujan yang selama ini terjadi.
“Selama ini sistem pompanya belum sempurna sehingga perlu dibikin rumah genset. Saat ini dalam dikerjakan pembangunan rumah genset, setelah itu baru kita masukkan genset diikuti pemasangan instalasi, kita targetkan selesai pada 31 Desember ini,” jelas Ersy Perdhana, Senin (13/12/2022).
Salah satu unit genset yang rencananya akan dipasang di dalam rumah genset di Terowongan Kentungan || YP-Ist
Lokasi pembangunan rumah genset berada di sisi barat dan timur simpang empat Kentungan, dalam perencanaan akan ditempatkan dua unit genset yang dapat mensuplai listrik untuk mengoptimalkan fungsi pompa jika aliran listrik PLN terputus.
“Jadi di dalam rumah itu nanti akan ada genset sebanyak 2 unit dengan kapasitas masing-masing 65 KVA beserta instalasinya, tangki BBM, pompa 2 buah. Serta peningkatan kapasitas trafo PLN total anggaran yang ada sebesar Rp 1,6 miliar,” rinciannya.
Prasetyo Wibowo (48), salah satu pengguna jalan menyatakan terima kasih kepada pengelola Underpass Kentungan yang telah merespon keluhan masyarakat terkait genangan air yang sempat terjadi, ia berharap akses jalan makin baik.
“Saya sering melintas terowongan Kentungan saat pergi atau pulang berbelanja menuju Jombor, jadi pernah melihat dan mengalami adanya genangan air saat terjadi hujan,” ungkap warga Maguwoharjo ini kepada yogyapos.com. (Opo)
