Sasadu Leather, Sebuah Kreasi Mencintai Negeri

share on:
Produk Sasadu dipakai pengguna di luar negeri || YP-Ist

SUDAH terlalu sering kita membaca dan mendengar soal nasionalisme yang begitu menggelegar dan bombastis. Mulai NKRI Harga Mati sampai berdarah-darah di lapangan untuk meraih medali. Sedang soal kreasi dan imaji yang berbasis seni dianggap seolah bukan bagian dari wujud rasa cinta tanah air dan melulu dianggap usaha semata.

Apa yang dikerjakan sepasang suami istri alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), ini seolah hendak mengikis narasi besar nasionalisme. Mereka secara tekun, telaten dan cerdas mengambil mozaik Nusantara lalu mendesainnya menjadi beragam produk. Mang Ate dan Dwi Soufnita, perpaduan asal Jawa Barat dan Sumatra Barat ini, secara jeli menghadirkan karya yang berkelas. Bukan saja karena berbahan dasar kulit, tetapi produk mereka seperti beragam model dompet dan tas dilandasi oleh visi yang jelas.

“Sasadu itu bukan Top Sasadu itu bukan Top of Mind, tapi Top of Mean, karena Sasadu mampu memberi arti. Sasadu itu persepsi atau emosi, dirawat oleh Sasadulur, yang menggambarkan pengalaman total memiliki hubungan dengan Sasadu,” tandas Mang Ate membahasakan proses produksi sampai jatuh ke tangan pengguna berikut ekspresi yang keluar.

Produk Sasadu memang telah melanglang buana mengikuti gaya hidup pemakainya. Bergerak dari kecil, ditekuni dan dicintai sepenuh hati hingga melahirkan karya berkualitas dan berkelas.

“Kerja seni dan budaya itu salah satu langkah membangun nasionalisme yang lebih luas bukan sekedar jargon politik. Para pengrajin, pekerja seni, artisan, seniman, budayawan, sejarahwan, ilmuwan, olahragawan, negarawan, ekonom melakukan perannya masing-masing untuk Indonesia Raya,” tandas Soufnita menjelang Pasar Kreatif Bandung 2023.

Indonesia, imbuh Soufnuta, adalah tanah air yang kaya akan keragaman seni dan budaya, termasuk seni wastra. “Salah satu cita-cita kami, ingin menjadikan brand Sasadu Leather menjadi miniatur seni wastra di Indonesia. Hadirkan perasaan bangga pada produk lokal yang bisa mempresentasikan keindahan alam, seni dan budaya Indonesia,” ungkapnya penuh keyakinan. 

Konfigurasi seni tradisi produk Sasadu yang sarat arti || YP-Ist

Saat kemaren menyanyikan lagu Indonesia Raya di acara technical meeting Pasar Kreatif Bandung 2023, katanya, matanya berembun menahan haru. “Perasaan  seperti ini tak pernah saya rasakan sebelum membangun brand Sasadu Leather, termasuk belasan tahun menjadi konsultan. Rasanya setiap kata dalam lirik lagu kebangsaan itu meresap ke dalam hati dan Sasadu Leather salah satu cara kami membangun jiwa dan raga  untuk Indonesia Raya,” ungkapnya.

Saat selembar kain tenun dari Maumere, Nusa Tenggara Timur diaplikasikan pada tas dan ransel pesanan Sasadulur, imbuhnya, hati kami selalu bungah dan hangat. “Tas dan ransel ini telah mengabadikan keindahan dan kekayaan seni budaya dari Indonesia Timur. Semoga ke depannya makin banyak kain tenun dari daerah lain dikombinasikan untuk produk kulit Sasadu Leather. Dari beragam tas itu bisa mengabadikan kekayaan Indonesia Raya,” pungkasnya.

Pasar Kreatif Bandung 2023 merupakan program  Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung bekerja sama dengan Dekranasda Kota Bandung dan DPD APPBI Jawa Barat. Tujuannya untuk memberikan peluang agar para pelaku usaha dari berbagai kategori di Kota Bandung bisa menjual produk-produk kerennya.

Mereka akan memamerkan karya dan produk terbaiknya di 7 mall di Kota Bandung seperti Bandung Indah Plaza (30 Juni - 9 Juli 2023), TSM (14 Juli - 23 Juli 2023), Cihampelas Walk (14 Juli - 23 Juli 2023), Paris Van Java (21 Juli - 30 Juli 2023), 23 Paskal (28 Juli - 6 Agustus 2023) dan The Kings Shopping Centre (4 Agustus - 13 Agustus 2023. (Iud)

 

 

 

 


share on: