'Saroja' Membawa Bantul Masuk Kategori 45 Kabupaten/Kota Penghasil Jamu

share on:
Pemaparan oleh Bupati H Abdul Halim Muslih dan Kepala Dinas Kesehatan dr Agus Budi Raharjo kepada Tim Yuri Pemerintah Pusat (Kementrian Kesehatan) dalam lomba Inovasi yang dilaksanakan melalui zoom meeting, di Banyuwangi, Jawa Timur,  Selasa (5/7/2022) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Berkat langkah inovasi Saroja (Sehat Ekonomi Meningkat Karo Jamu) memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan obat tradisional (herbal/jamu) melalui sejumlah Puskesmas, Pemkab Baantul berhasil masuk kategori 45 Kabupaten/Kota dalam lomba inovasi tingkat Nasional Tahun 2022 di bidang kesehatan.

Terkait prestasi ini, dilakukan pemaparan oleh Bupati H Abdul Halim Muslih dan Kepala Dinas Kesehatan dr Agus Budi Raharjo kepada Tim Yuri Pemerintah Pusat (Kementrian Kesehatan) dalam lomba Inovasi yang dilaksanakan melalui zoom meeting, di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (5/7/2022).

Diketahui, Bantul masuk kategori 45 Kabupaten/Kota ini, setelah beberapa waktu lalu juga telah berhasil lolos seleksi penilaian 99 Kabupaten/Kota.

Di Bantul banyak terdapat potensi obat tradisonal (jamu/herbal) untuk pengobatan masyarakat melalui 12 Puskesmas, satu diantaranya Imogiri 1. Sedangkan penghasil dan pusat jamu adalah Dusun Kiringan Canden, Kapanewon Jetis.

“Tujuan kami bahwa langkah ini adalah menyehatkan masyarakat dan meningkatkan perekonomiannya. Yakni dengan cara menggalakkan mengonsumsi obat tradisonal dan mengurangi pengunaan obat kimiawi,” katanya.

Sementara itu, Tim Penilai Zohroh dan Danang, menyatakan dengan obat tradisonal menyehatkan dan mengurangi efek negatif. Sehingga diharapkan bisa terelaisasi dengan baik.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinkes Bantul, dr Agus Budi Raharjo dan Kepala Bapeda Bantul Fenti Yusdhayanti mengatakan, pihaknya bertekad untuk mensukseskan langkah inovasi-inovasi berikutnya. (Spd)

 


share on: