Salah Kelola Lava Bantal Bisa Berakibat Fatal bagi Laboratorium Alam

share on:
Destinasi Lava Bantal di Jagatirto Berbah || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Destinasi Lava Bantal yang terletak di Jagatirto Berbah Sleman perlu perhatian serius. Niat hati ingin mengembangkan destinasi wisata, tetapi tanpa pendekatan dan metode yang benar, justru bisa berakibat fatal. Bebatuan purba yang tersisa dan tersimpan bisa rusak.

BACA JUGA: Diduga Depresi, Perempuan Paruh Baya Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Gajah Wong

Demikian perbincangan yogyapos.com dengan Risaldi Fauzan Laksono, mahasiwa UPN Yogyakarta di objek wisata Lava Bantal. Bersama sepuluh temannya, Fauzan tengah mengadakan penelitian untuk membuat peta topografi dan peta geologi sebagai peta dasar. 

“Lava Bantal ini sisa letusan gunung api purba. Yang paling dekat dari lokasi ini adalah gunung api purba Watuadeg. Itu kira-kira 50-20 juta tahun yang lalu. Dahulu banyak gunung api yang berada di sisi selatan, kemudian pindah ke utara karena ada gerakan subduksi atau tubrukan lempeng tektotik,” tandas mahasiswa Prodi Teknik Geofisika UPN asli Berbah ini.

BACA JUGA: Bekas Kepala Dispertaru DIY Segera Diadili di Pengadilan Tipikor

Sedangkan Wahjudi Djaja SS MPd dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS), menyampaikan agar sebelum membangun destinasi, dipastikan dulu karakter alam dan budayanya.

Risaldi Fauzan Laksono dan kelompoknya di Lava Bantal || YP-Wahjudi Djaja

“Tak boleh buru-buru, harus sabar dan tahu ilmunya. Dalam kasus Lava Bantal, ini tak hanya soal wisata tetapi juga geologi, vulkanologi, ekologi dan sejarah kebumian. Sayang jika salah penanganan,” jelas dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta ini.

BACA JUGA: Tumbuk Ageng Koferensi Colombo Plan Diperingati dengan Seminar Sejarah

Jagatirto adalah salah satu kalurahan di Berbah yang memiliki beragam potensi yang bisa diangkat sebagai destinasi wisata. Makam Bupati I Sleman KRT Pringgodiningrat, candi Abang, Gua Jepang, Gua Sentono, menhir Watuadeg dan budi daya jambu Dalhari. 

Hari jadi Kalurahan Jagatirto tanggal 18 April 1947. Ditetapkan saat Dewan Kalurahan Jagatirto bersidang untuk yang pertama kalinya. Kalurahan Jagatirto merupakan penggabungan tiga kalurahan lama yaitu Kelurahan Jragung, Bulu dan Jogomangsan. (Iud)

 

 

 

 


share on: