Yogyapos.com (YOGYA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendapat penghargaan dari UGM dalam hal pemberantasan Demam Berdarah Dengue yang merupakan salah satu program utama dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Penghargaan tersebut diterimakan kepada salah satu ASN Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bernama Rubangi (59) 'Sumbangsih Yogyakarta untuk Dunia' yang digelar baru-baru ini.
Rubangi menjadi salah satu yang mendapat penghargaan World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta dari Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) dan Yayasan Tahija.
Pada program tersebut melibatkan lebih dari 8.000 kader kesehatan dari tiga wilayah seperti Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul. Penelitian dan implementasi teknologi Wolbachia ini juga telah dilakukan di 122 kelurahan dengan luasan 231 km2 persegi, dan telah melindungi 2,2 juta penduduk.
“Tidak menyangka mendapatkan penghargaan, ini tidak terlepas dari penggerak masyarakat untuk terus melakukan penanggulangan penyakit DBD,” kata Rubangi Selasa (11/4/2023)
Rubangi berkarir sebagai ASN Pemkot Yogyakarta, semenjak tahun 1988. Saat itu dia bertugas di Puskesmas Gondokusuman dan pada tahun 2004 berpindah ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta selaku Program Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD hingga sekarang.
Diakuinya, menjadi ASN Dinas Kesehatan tidaklah semudah yang dibayangkan orang. Selain dibutuhkan sehat jasmani dan rohani juga butuh keikhlasan dalam bekerja.
Selama bertugas dia mengaku banyak menemui tantangan dalam upaya menurunkan angka DBD di Kota Yogyakarta dengan berbagai penanggulangan seperti melakukan program satu rumah satu Jumantik atau juru pemantau jentik, untuk menurunkan angka kematian akibat DBD.
“Namanya bekerja ada hambatan dan kendala namun kami selalu berkomunikasi bersama puskesmas, kelurahan dan kemantren dalam upaya pencegahan DBD di Kota Yogyakarta,” jelas Rubangi
Selanjutnya, suami dari Ny Martinah ini mengungkapkan, hingga saat ini angka penderita DBD turun drastis dimana pada bulan Maret 2023 hanya ada 20 kasus penderita DBD. Hal ini membuktikan apa yang dilakukan pemerintah berhasil menekan penyakit DBD di masyarakat bahwa dengan teknologi Wolbachia dapat menurunkan angka DBD.
Oleh sebab itu, ayah 3 orang anak ini i mengaku bangga bisa menyumbangkan salah satu pengabdian sebagai ASN di Pemkot Yogyakarta dengan menurunkan dan mengurangi angka kematian DBD.
Rubangi berharap, dengan adanya pelepasan nyamuk, masyarakat tetap melaksanakan gerakan satu rumah satu jumantik dan semoga dengan adanya penghargaan ini merupakan hadiah kami pensiun yang amanah di masyarakat. (Sds)
