Ribuan Penonton Wayang Jogja Carnival Rela Duduk Berdesakan di Kawasan Tugu

share on:
Penampilan salah satu peserta karnaval  || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Pergelaran Wayang Jogja Carnaval Night (WJCN) 2022 di kawasan Tugu Yogya, Jumat (7/10/2022) malam ini berlangsung sangat meriah. Selain warga Yogya, sejumlah tamu undangan dari luar kota dan Malaysia juga terlihat hadir dalam kegiatan ini.

Acara diawali dengan penampilan seniman dua wajah Hudson Prananjaya yang membawakan dua buah lagu berjudul Yogyakarta dan Gethuk dengan iringan OM Wawes.

Pergelaran dibuka oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dengan ditandai pemukulan gong dan disusul dengan flashmob tarian kontemporer oleh Komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta dan para pelajar se Kota Yogyakarta.

Disusul puluhan peserta karnaval yang merupakan perwakilan dari 14 Kemantren se-Kota Yogyakarta tampil secara berurutan dengan kreasi masing-masing. Ribuan  penonton terlihat menyesaki area sekitar jalur karnaval yang dibatasi pagar besi dan rela duduk bersila diatas aspal untuk menyaksikan penampilan para peserta.

Wagub DIY KGPAA Paku Alam X membuka pagelaran Wayang Jogja Night Carnaval 2022  || YP-Ist

WJNC 2022 merupakan pagelaran puncak perayaan HUT Kota Yogyakarta dan tahun ini merupakan pagelaran yang ke-7 kalinya. Tahun ini mengambil tema ‘Lokananta Arjuna  Anugraha’ yang melukiskan tentang kisah pernikahan Arjuna. Dalam karnaval ini masing-masing Kemantren menampilkan karakter dan cukilan adegan yang berbeda sehingga semua penampil karnaval menjadikan satu alur cerita yang utuh.

Selain tampil dengan mobil hias, sejumlah peserta karnaval yang berpakaian ala wayang juga ada yang menari-nari seraya mengenakan sepatu roda, dengan diiringi musik hiphop dan gamelan kontemporer.

Pj. Walikota Yogyakarta Sumadi SH menyampaikan, Penyelenggaraan Wayang Jogja Night Carnival #7 malam ini menjadi puncak acara HUT Kota Yogyakarta serta merupakan bentuk rasa handarbeni, rasa memiliki dalam kebersamaan, guyub rukun dan kegotong-royongan untuk memberi sumbangsih karya sebagai bukti kecintaaan pada Yogyakarta yang Istimewa. 

“Kenyamanan itu adalah untuk semuanya; untuk anak, untuk remaja, dewasa, lansia, penyandang disabilitas, perempuan, laki-laki, kaum rentan dan lain sebagainya. Untuk itu, Yogyakarta selalu berbenah, seiring dengan perkembangan jaman. Kebutuhan untuk selalu meningkatkan layanan publik kepada masyarakat serta juga mempertahankan daya saing daerah menuntut Kota Yogya untuk terus menata diri,” ujar Sumadi.

Ditambahkan Sumadi, Pemerintah Kota Yogyakarta selalu terbuka terhadap segala masukan dari masyarakat. Usulan program dan kegiatan dari warga selalu diupayakan secara maksimal untuk diakomodir dalam kegiatan pembangunan.

Pemkot Yogyakarta menyadari bahwa respon cepat atas setiap persoalan di masyarakat akan mendorong peningkatan rasa kepedulian pada masyarakat itu sendiri, untuk ikut terlibat berpartisipasi aktif dalam mengangkat dan me-nyengkuyung pembangunan di Kota Yogyakarta. Dengan adanya sinergitas dan kebersamaan yang terbangun diantara masyarakat. Sumadi optimis, program pembangunan di Kota Yogyakarta tidak sekedar menjadikan kota Jogja semakin nyaman, namun mampu menjadi yang terbaik di Nusantara.

“Inilah yang coba kita bangun bersama. Semangat untuk bangkit bersama-sama, bergotong royong membangun kembali Yogyakarta yang Istimewa,” tandas Sumadi.

Sementara itu, dalam sambutan yang dibacakan oleh Direktur Otorita Borobudur Ir Indah Juanita MM, Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan pihaknya memberikan apresasi yang setinggi-tingginya kepada  Pemda DIY khususnya Dinas Pariwisata DIY yang telah menggelar kegiatan yang memadukan seni budaya, kreativitas dan inovasi.

Flash Mob pelajar Kota Yogyakarta dan Komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta || YP-Ist

Saat ini Kemenkarekraf terus mendorong pariwisata yang berkualitas yang berbasis pada Sapta pesona dan nilai-nilai CHSE dalam rangka menjaga kepercayaan wisatawan. Dalam rangka melakukan pemulihan ekonomi nasional Kemenkarekraf  terus berupaya menciptakan 1,1 juta lapangan pekerjaan ditahun 2022 menuju penciptaan target 4,4 juta lapangan pekerjaan di tahun 2024, melalui penerapan strategi inovasi adaptasi dan kolaborasi, dengan dilandasi semangat 3 G, yaitu Gerak Cepat (Gercep), Gerak Bersama (Geber) dan Gas Pol.

“Kemenkarekraf mendukung penyelenggaraan event2 yang berkualitas sebagai media promosi  pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi nasional paska pandemi,” ujarnya. 

Sedangkan Gubernur DIY melalui Wagub DIY KGPAA Pakualam X menyampaikan, pelaksanaan WJNC telah mempunyai greget yang inovatif sehingga harapannya dapat menumbuhkan pariwisata yang inovatif. Oleh karena itu  pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mencintai dan melestarikan seni kita sendiri.  (*/Sulistyawan Ds)

 

 

 

 


share on: