Yogyapos.com (BANTUL) - Segoroyoso adalah cendera mata peradaban yang ditinggalkan para pendiri Mataram. Kejayaan dan kebesaran Mataram di bawah Sultan Agung dan Amangkurat I bukan hanya kisah tetapi bisa dijadikan inspirasi dalam membangun dan memberdayakan potensi Segoroyoso.
Demikian disampaikan anggota Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY, Wahjudi Djaja SS MPd dalam tirakatan peringatan 79 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI di padukuhan Segoroyoso II, Jumat (16/8/2024) malam. Tirakatan diawali dzikir dan doa bersama untuk leluhur dipimpin KH Mustafid Kholid.
Lebih jauh disampaikan, pada zaman Sultan Agung selain dibangun istana yang megah yang dikelilingi kanal juga taman laut dan danau buatan. “Terbayang bagaimana Sultan Agung pada 1637 membendung Kali Opak. Proyek prestisius itu kemudian diteruskan Amangkurat I setelah memindah pusat kekuasaan Mataram dari Kerta. Bahkan pada 1666 Kali Winongo juga dibendung hingga terbangun laut buatan (danau) Segoroyoso. Bagi saya, Segoroyoso adalah tanah bertuah karena pada periode berikutnya dipilih Letkol Suharto sebagai Markas Komando Wehrkreise III. Itulah sebabnya, narasi sejarah yang istimewa itu sebaiknya diangkat sebagai aset wisata sejarah dan budaya,” tandas Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (Kasagama) ini.

Ketua Panitia Naj Mudin dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar momentum peringatan ini bisa membuka sejarah Segoroyoso. “Dengan sarasehan ini kami berharap bisa mengambil makna dan manfaat dari sejarah, sehingga potensi yang ada bisa diberdayakan. Di bidang kesenian, kami melestarikan sholawat. Dulu ada kesenian rodat/rebana era tahun 80-an. Namun, para pelaku seni sudah sepuh dan untuk regenerasi kami masih mengalami kesulitan,” jelas Ketua RT 01 ini.
Sedang Dukuh Segoroyoso II, Suroso menyampaikan upaya untuk mengisi kemerdekaan. “Kita memberi perhatian pada generasi muda. Merekalah penerus kita yang akan melanjutkan sejarah. Mari kita kawal dan dampingi agar generasi penerus bangsa ini bisa terhindar dari bahaya narkoba. Terkait jejak sejarah Segoroyoso, ada bekas bendungan yang terletak di tepi Kali Opak. Di sana juga ada kompleks makam lama yang menjadi cikal bakal Segoroyoso,” jelasnya.
Tirakatan ditandai pemotongan tumpeng oleh Dukuh Segoroyoso Suroso diberikan pada Naj Mudin, penampilan sholawatan dan sarasehan. Pada Minggu (18/8/2024) pagi akan dimeriahkan jalan santai bersama.(Iud)
