Relawan 'Rekat' Terlibat dalam Upacara Penurunan Bendera

share on:
Para personel 'Rekat' Tempel || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Selain berperan aktif dalam aksi penanggulangan bencana, Relawan Kemanusiaan Tempel (Rekat) dilibatkan pula dalam upacara penurunan bendera memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Ketua Rekat, Dwiyanto Hedi Purwoko mengatakan bertepatan momen peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI ini, pengurus diminta oleh pihak Kapanewon Tempel mengirimkan anggota dilibatkan untuk bergabung mengikuti upacara di Lapangan Lumbungrejo. 

“Undangan ini menjadi sesuatu kebanggaan, kami kirimkan sebanyak 10 personel untuk mengikuti upacara penurunan bendera,” ujar Hedi. 

Hedi menjelaskan, jumlah anggota yang terdaftar sekitar 50 orang, namun kedepan akan dilakukan seleksi untuk menentukan anggota yang aktif dalam keanggotaan. Dia pun berharap ke depan bisa terus bersinergi dengan Muspika Kapanewon Tempel, termasuk dengan BPBD Sleman. 

“Kami berharap keberadaan Rekat dapat bermanfaat positif bagi masyarakat luas,” tuturnya. 

Relawan Rekat saat mengikuti upacara penurunan || YP-Eko Purwono

Kepala Jawatan  Keamanan Kapanewon Tempel, Supardi, menyanjung kinerja relawan yang bertugas dengan ikhlas saat menghadapi bencana khususnya di wilayah Tempel. Pihaknya juga mendorong agar tumbuh jiwa kemanusiaan di tengah masyarakat. 

“Saat terjadi bencana, para relawan menjadi pionir penting dalam kondisi tersebut. Yang ikhlas membantu tanpa meminta imbalan apapun. Kami berharap terus semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ungkap Supardi. 

Senada dikatakan Danramil 04/Tempel Kapten Inf Sujana, tugas relawan sangat dibutuhkan masyarakat terutama dalam membantu kesulitan warga. 

“Terus semangat, mengabdi dengan ikhlas dalam kemanusiaan membantu warga, dengan niatan kita Ridho Allah,” tutur Sujana. 

Sedangkan Lurah Mororejo Jaka Ristanta menyatakan kehadiran relawan Rekat terbukti dan dapat dirasakan warga Kalurahan Mororejo ketika terjadi bencana angin kencang atau pun bencana lainnya. 

“Sudah terbukti di wilayah Mororejo, contohnya saat terjadi angin kencang dan hujan lebat, banyak pohon tumbang menimpa sejumlah fasilitas penting, dengan adanya Rekat maka proses evakuasi dan pengkondisian berlangsung lebih cepat, sangat terbantu,” kata Jaka. 

Untuk diketahui Rekat dibentuk sejak  2023, kepengurusan masa bakti 2023-2028 telah dikukuhkan  di Balai Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel pada Minggu (12/02/2023). (Opo)


share on: