Yogyapos.com (BANTUL) - Refleksi gempa bumi Kabupaten Bantul yang terjadi pada 2007 arahnya untuk menguatkan mitigasi bencana, dilakukan oleh seluruh Organiasai Perangakat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bantul, relawan dari berbagai organisasi dan masyarakat luas di masa mendatang.
"Secara geografis, Bantul kebtulan merupakan wilayah rawan bencana gempa, banjir dan tanah longsor. Maka mitigasi bencana perlu ditingkatkan,” kata Wabub Bantul, Joko B. Purnomo pada saat membuka acara Refleksi 16 tahun Bencana Gempa Bumi Bantul, di Hotel Ros In Bantul, Jumat (27/5/2022).
Menurutnya, berdasarkan pengalaman yang terjadi, pada gempa Bantul tahun 2007 jumlah korban mencapai 5.000 jiwa lebih meninggal dunia. Ratusan saana prasarana umum hancur. Ini membuat keprihatinan Pemkab dan DPRD Bantul.
“Dengan adanya kejadian mengejutkan itu Bupati saat itu Bapak Idham Samawi bersama Forkompinda dan saya selaku Ketua DPRD, berkoodinasi dan berkokunikasi inten untuk menentukan dan memecahkan masalahnya. Akhirnya ada keputusan bersama untuk mengatasi keadaan pahit itu,” kenang Joko.
Satu hari kemudian setelah kejadian DPRD dan Bupati melakukan sidang paripurna di tenda di sebelah selatan DPRD . Karena darurat sebab gedung DPRD juga rusak retak-retak. Sidang memutuskan semua anggaran APDD dialihkan untuk dipergunakan pemulihan dan penanganan gempa itu.
"Berkat kerja keras bersama akhirnya juga tercapai pemulihan keadaan selama dua tahun kemudian. Ini kuncinya kebersamaan dan semangat
bersama yang ada dan melekat pada masyarakat Bantul,” jelas Joko.
Ditambahkan, maka nantinya Bantul olehnsemua pihak perlu kebersamaaan. Semua punya komitmen mitigasi bencana. Diperlukan ketersedian SDM, anggaran untuk setiap tahunnya dan komitmen guna ketersediaan SDM.
Pada kesempatan itu, Pakar Kebecanaan, Jatmiko menyatakan mitigasi bencana sangat diperlukan untuk langkah antisipasi dan penanganan bencana. (Spd)
