Yogyapos.com (BANTUL) - Bersamaan dengan berlangsungnya Bantul Inclusive Carnaval (BIC) 2023 yang dibuka oleh Bupati H Abdul Halim Muslih, Wabub Bantul Joko Purnomo justru menyempatkan diri melakukan kegiatan yang dinilainya cukup penting untuk keberlangsungnya pembangunan dan masa depan Bantul.
Joko menyatakan bagi-bagi tugas, sehingga melakukan peninjauan dan pengecekan jalan yang rusak di beberapa wilayah kapanewon, Rabu (10/5/2023).
“Hasil pendataan kami jumlah jalan rusak yang tersebar di sejumlah Kapanewon diantaranya Jetis, Pajangan, Kasihan dan Pundhong ada sekitar 650 km. Ini merupakan PR bersama bagi Bapak Bupati dan Wabub untuk memperbaikinya,” ungkap Joko Purnomo saat peninjauan jalan rusak, di Pundong.
Dikatakan, setelah dilakukan pengecekan, direncanakan prasarana umum infastruktur jalan, kerusakannya segeran dilakukan perbaikan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagaimana mestinya.
“Perbaikan pada tahun 2023 direncanakan sepanjang 200 km anggarannya menggunakan APBD Bantul. Sedangkan sisanya sekitar 450 km perbaikannya pada tahun 2024,” katanya.
Dijelaskan, untuk merenovasi itu Pemkab dan masyarakat Bantul mengharapkan adanya dukungan anggaran dari APBD DIY (Pemerintah DIY) dan APBN (Pemerintah Pusat).
Warga masyarakat yang mempunyai atensi akan memperbaiki kerusakan jalan juga dipersilahkan. Pemkab Bantul mengapresiasi. Diharapkan para pengusaha juga mempunyai perhatian terhadap kerusakan jalan. Ini dapat dilakukan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
“Perbaikan jalan sangatlah penting guna memperlancar dan kenyamanan arus lalu lintas. Tujuan dan arahnya satu daintaranya agar kegiatan perekonomian dan lainnya dapat lebih lancar. Kegiatan ekonomi dimaksud contohnya pendistriibusian sembako dan BBM akan lancar,” katanya.
Lebih jauh Joko menyampaikan, para pengusaha dan angkutan yang bertonase berat dihimbau agar tidak melebihi tonase dan harus mentaati rambu-rambu lalu lintas yang dalam hal ini dipasang oleh Dinas Perbubungan.
Joko juga menjelaskan, kerusakan jalan di Bantul mencapai sebanyak dan seluas itu karena memang selama dua hingga 3 tahun terakhir tidak dilakukan perbaikan secara penuh, melainkan hanya di sebagian.
“Penyebabnya, Bantul selama dua tahun terahir tidak memperbaiki jalan rusak secara penuh karena memang ada ketentuannya,” tukasnya.
Anggaran untuk pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya tidak dipergunakan ke hal itu. Melainkan ada revocusing untuk digunakan penanganan Pandemi Covid-19. (Spd)
