Ratu Felisha, Influencer Followoers 273 Ribu yang Peduli Pengembangan Pelaku UMKM

share on:
Ratu Felisha, influencer disela kegiatan kreatif memproduksi konten kuliner || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Terpaan pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu berdampak krisis di segala lini kehidupan. Namun, pandemi bukan alasan untuk tidak kreatif bagi Ratu Felisha wanita asal Kota Bandung Jawa Barat ini. Dari situasi tersebut dirinya memulai perjalanan kariernya sebagai content creator atau influencer yang karirnya kian bersinar.

Berkat kerja keras disertai sejuta ide kreatifnya yang disajikan dalam bentuk konten video platform Instagram dengan followers mencapai 273 ribu, kini dirinya menjadi salah satu influencer yang berpengaruh positif bagi pengembangan pelaku Usaha Menengah Kecil (UMKM) di wilayah DIY dan Jawa Barat.

“Awalnya saat terjadi pandemi Covid-19 tahun 2020 keadaan lagi sangat susah, ketika itu ketemu dengan orang-orang konten kreator, dari situ kami terinspirasi untuk membuat konten, awalnya di YouTube hingga kini lebih fokus di paltform Instagram,” kata pemilik akun Instagram  @rtfelish kepada wartawan, Kamis (13/7/2023).

Siapa sangka, di balik karya konten-konten yang menginspirasi khalayak umum, dirinya bersama tim mampu mengukir kesuksesan mencuri banyak perhatian. Mulai dari branding profil pribadi, bahkan mengangkat endorse dari klien yang berasal dari pelaku UMKM, termasuk mengakomodir endorse produk ternama.

“Setelah di aplikasi Instagram jumlah followers terus bertambah, ternyata yang dari aplikasi sebelumnya banyak yang mengikutinya. Mencoba membranding diri sendiri, mulai dari style (fashion), kuliner,  destinasi wisata. Pada tahun 2022 kami mulai kenal dengan beberapa endorse, beberapa brand nawarin untuk bantuin promosikan produk mereka,” tutur wanita tiga anak ini.

Menurutnya, dalam menentukan topik yang tepat harus mengenali target dari klien. Dari sini mulai tertantang untuk memperluas jaringan dan berkolaborasi dengan klien sebanyak mungkin dan merambah variasi segmentasi target bidang usaha.

“Eh.. ternyata setelah dijalanin asik juga, kita bisa makan, jalan-jalan, nambah wawasan soal produk, mengenal lokasi-lokasi yang baru yang belum tentu semua orang tahu, dan yang paling penting bisa menghasilkan cuan,” akunya.

Dikisahkan soal suka duka, diungkapkan pengalaman paling pahit pernah dialami saat klien kurang menghargai kehadirannya dengan berbagai alasan. 

“Pernah kita disepelekan, pernah dipandang sebelah mata oleh klien yang meminta kontennya dibuat dengan perangkat lengkap didukung tim dengan jumlah banyak, karena paltform kita instagram menurut saya cukup memakai perangkat iPhone 13 Pro max, resolusinya sudah cukup bagus,” katanya.

Selain memanfaatkan peluang dan membuat rencana bisnis yang matang, kesuksesan bisnis influencer di atas juga didukung oleh gencarnya promosi produk melalui media sosial Instagram. Jumlah pengikut yang banyak berpeluang mempromosikan brand produk dari klien.

“Target kami sehari upload satu konten video, hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas sehingga lebih banyak viewer yang mengunjungi,” tuturnya.

Menjadi seorang influencer yang sukses membutuhkan waktu, kerja keras dan ketekunan serta mampu menciptakan konten berkualitas. Selain mendapatkan penghasilan dari akun Instagram yang dimilikinya, termasuk pemasukan dari endorsement sangat menjanjikan.

“Setiap orang berpeluang untuk menjadi seorang influencer, tinggal kemauan kita aja memanfaatkan media sosial dengan hal yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” imbuhnya. (Opo)

 

 


share on: