Puluhan Pelajar di Sekitar Balaikota Terdeteksi Alami Gangguan Penglihatan

share on:
Kegiatan Bakti Sosial Pemeriksaan Mata Gratis di Balaikota Jumat (3/3/2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) mengungkapkan angka prevalensi diabetes militus di DIY sangat tinggi. Tercatat 1 dari 3 penderita diabetes melitus beresiko mengalami gangguan penglihatan Retinopati Diabetik.

Sehubungan dengan hal tersebut, Perdami bekerjasama dengan RS Sardjito menggelar kegiatan bakti sosial pemeriksaan mata secara gratis untuk pelajar dan masyarakat umum, di Balaikota Yogyakarta, Jumat (3/3/2023). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap kesehatan mata agar gangguan mata dapat diantisipasi.

Ketua Panitia dr Firman Setya Wardana menyampaikan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan suatu tanggung jawab sebagai tenaga kesehatan di RSUP Dr Sardjito dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Cabang Yogyakarta untuk ikut berpartisipasi dalam rangka upaya preventif terhadap kesehatan mata masyarakat.

“Peserta yang mengikuti bakti sosial ini ada 50 anak SD di sekitar Balai Kota, yang telah terdeteksi mengalami gangguan penglihatan, dan akan kami periksa mengenai gangguan refraksinya. Kemudian ada 100 penderita diabetes melitus yang kami skrining apakah memiliki retinopati diabetik, serta 100 orang lagi untuk skrining apakah ada peningkatan tekanan bola mata atau glaukoma,” ujar dr Firman dalam sambutannya.

Dirut RS Sardjito dr Eniarti Msc SpKj bersama para pelajar SD || YP-Ist

Ditambahkan dr Firman, saat ini gangguan penglihatan berupa Retinopati Diabetik dan glaukoma masih menjadi permasalahan yang banyak dialami masyarakat. Umumnya, gangguan penglihatan ini ditemukan dalam keadaan sudah parah, sehingga sudah sulit  untuk diobati. Padahal, jika diketahui sejak dini, maka gangguan penglihatan dapat diantisipasi agar tidak berkembang menjadi parah.

Retinopati diabetik merupakan komplikasi dari diabetes melitus. Komplikasi ini merupakan penyakit mata yang terjadi pada penderita diabetes dan seringkali hanya menunjukkan gejala ringan.

Retinopati diabetik dapat disebabkan oleh penyakit pada pembuluh darah retina yang menyebabkan kerusakan jaringan. Penyakit pembuluh darah ini terjadi sebagai dampak dari proses stres oksidatif pada dinding pembuluh darah akibat tingginya kadar gula darah.

Akibatnya, aliran darah ke retina berkurang dan mendorong retina membentuk pembuluh darah baru untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Pembuluh darah baru ini lebih rentan pecah karena biasanya belum berkembang sempurna. Oleh karena itu, jika tidak diobati, retinopati diabetik dapat menyebabkan kebutaan. 

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUP Dr Sardjito, dr Eniarti MSc SpKj mengatakan, kerjasama antara Perdami, RS Sarjito dan Pemkot Yogyakarta merupakan langkah strategis agar semakin mendekatkan masyarakat. Hal tersebut akan menimbulkan dampak positip terhadap tercapainya tingkat kesehatan masyarakat.

“Sudah menjadi tanggung jawab RSUP Dr Sardjito, untuk memberikan pengabdian dan membangun kesehatan masyarakat di wilayah DIY, lewat kegiatan yang preventif dan promotif. Kegiatan ini merupakan langkah  pencegahan yang harus dilakukan. Sebab tantangan kita sebagai orang tua di era digitalisasi ini sangat luar biasa, terutama dalam pola konsumsi yang jauh berubah, dan lebih mengarah pada makanan cepat saji dan praktis,” kata dr Eniarti.

Untuk itu, lanjut dr Eniarti, sebagai orang tua harus memiliki kesadaran dan kesiapan untuk sebisa mungkin menyajikan makanan sehat untuk keluarga, karena kesehatan mata juga dipengaruhi oleh pola konsumsi sehari-hari. (Sds) 

 


share on: