Yogyapos.com (BANTUL) - Suasana bulan suci Ramadhan ternyata tak membuat puluhan remaja ini meningkatkan amal ibadahnya. Mereka sebakiknya justru diduga melakukan aksi tak terpuji, yakni tawuran.
Akibat perbuatannya, puluhan remaja tersebut kini harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Bantul. Mereka ditangkap oleh aparat gabungan Polres Bantul dan Polsek Pandak, usai tawuran di Wilayah Jodog Pandak Bantul, Senin (4/4/2022) dinihari.
Kapolres Bantul, AKPB Ihsan SIK saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Selasa (5/4/2022) sengaja menghadirkan para terduga pelaku maupun korban tawuran tersebut. Meski demikian pihaknya belum menetapkan tersangkanya, karena masih dalam pemeriksaan.
“Kami hadirkan para pelaku dan korban pada kesempatan ini. Namun kasus ini masih kami dalami sehingga belum bisa ditetapkan apa peran masing-masing dan tersangkanya,” jelas AKPB Ihsan SIK.
Kapolres mengatakan, nantinya akan jelas tentang peran masing-masing dari mereka. Pemeriksaan masih berlangsung secara intensif.
Tawuran bermula saat korban mengendarai sepeda motor bersama rombongannya. Sesampainya di simpang tiga Jodog bertemu dengan rombongan remaja.
Rombongan korban menabrak motor rombongan pelaku. Namun motor yang untuk menabrak jatuh. Pengendara yang jatuh dipukuli dan dianiaya secara bersama oleh romongan lawan. Salah satu korban, PT (15) kemudian melaporkan kejadian itu ke petugas. Berdasarikan laporan, polisi segera bergerak menangkap para pelaku dan mengamankannya.
Hasil pemeriksaan sementara, sebelumnya kedua rombongan saling menantang melalui medsos, istilahnya siap ‘duel pertempuran sarung’ menggunakan sarung yang diisi dengan batu sebagai senjatanya.
“Barang bukti yang diamankan polisi yaitu sejumlah kain sarung dan beberapa sepeda mator,” jelas Kapolres.
Sementara itu, Kepala Disdikporan Bantul, Drs Isdarmoko, dalam keterangannya mengatakan sangat menyesalkan insiden itu. Diharapkan tidak terjadi lagi. Selain itu pihkknya akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Dispdikpora DIY. Karena yang terlibat dalam insiden itu siswa SMK dan SMA secara kelembagaan dibawah Pemerintah DIY. Sedangkan yang SMP dibawah Disdikpora Bantul. (Spd)
