Yogyapos.com (BANTUL) - Puluhan massa memblokade akses jalan yang menuju Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul sebagai aksi penolakan keberadaan tempat itu, Sabtu (7/5/2022).
Aksi tersebut merupakan reaksi atas minimnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat setempat yang terdampak keberadaan TPST ini. Massa menutup jalan dengan satu truk batu putih di pintu masuk menuju TPST.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Anna Rina Herbranti bernjanji menjembatani perwakilan warga bertemu Gubernur DIY.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-dprd-bantul-sosialisasi-penegakan-perda-pengelolaan-sampah-3637
“Aksi kami ini pemicunya karena pihak TPST dinilai tidak pernah beratensi terhadap dampak lingkungan. Maka daripada itu, masyarakat yang terdampak melakukan aksi agar Bapak Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwino X kerso mendengarkan aspirasi kita,” kata Koordinator Aksi ini, Herwin Arfianto, dalam pernyataannya.
Ia menegaskan, warga menginginkan segera bisa bertatap muka langsung dengan Gubernur DIY. Dijelaskan pula bahwa kondisi limbah sampah sudah meresap ke sumur warga sehingga airnya sudah tidak layak konsumsi.
Selama ini sebenarnya massa sudah lelah dan jenuh memikirkan dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat. Karena tidak pernah ada tindak lanjut atas keluhan warga tersebut.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-mahasiswa-kkn-uad-gulirkan-program-shadaqah-sampah-8013
Di lapangan telah banyak ditemui kejanggalan. Misalnya di TPST itu tidak pernah ada yang namanya pengelolaan sampah. Semua sampah yang ada hanya dibuang begitu saja sehingga menumpuk dan mencemari lingkungan.
Protes warga dengan poster di tangannya || YP-Supardi
“Dalam aksi warga berprinsip tetap minta TPST Piyungan ditutup permanen. Warga dari Banyakan 3, dan perwakilan Banyakan 1 dan 2 serta dari Dusun Watu Gender, Bendo menginginkan agar TPST ditutup permanen," jelasnya. Sedangkan erkait dengan pembukaan blokade batu akan dilakukan setelah mendapat jawaban kepastuaj dari Gubernur DIY.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-mahmudin-dukung-pengolahan-sampah-di-piyungan-3346
Sementara itu, salah seorang perwakilan warga, Tono, juga mengungkapkan sejak adanya TPST warga yang punya sawah kerap kemasukan sampah.
“Warga diminta mendata, katanya dijanjikan ada ganti rugi. Kenyataannya itu hajya janji dan tidak ada sama sekali relaisasinya,” tukasnya.
Dijekaskan, terjadinya pencemaran air dan udara warga Banyakan dengan tegas menolak pembuangan sampah. Dusun Banyakan 3 merupakan wilayah terdekat TPST Piyungan. Namun warga terdampak nyatanya masih dibiarkan begitu saja dan tidak diperhatikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Anna Rina Herbranti, menyatakan jika warga ingin bertemu Gubernur DIY pihaknya akan memfasilitasi.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-orok-di-tempat-sampah-itu-hasil-hugel-oknum-mahasiswi-9463
“Ketika ingin ketemu dengan Bapak Gubernur, sampaikan ke kami. Nanti kami akan koordinasi dengan Bapak Sekda. Nanti informasikan saja kepada Pak Panewu ataupun encana pertemuannya kapan akani dihaturkan. Saya kira demikian karena apa yang disampaikan tadi sudah kami rekam dan catat. (Spd)
