Yogyapos.com (SLEMAN) - PUDAM Tirta Sembada Sleman melakukan optimalisasi pemanfaatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kartamantul Daerah Istimewa Yogyakarta yang sumber air baku disuplai dari Sungai Progo di wilayah Bantar. Hal ini ditempuh guna mengembangkan pelayanan seiring dengan menurunnya pandemi Covid-19 dan meningkatnya jumlah pelanggan.
“Tahun 2022 ini kami ingin mengoptimalkan pemanfaatan SPAM Regional, yang saat ini baru sekitar 70 persen,” jelas Direktur PUDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata SE MM kepada wartawan, Rabu (7/9/2022).
Peningkatan layanan diprioritaskan untuk dua segmen, rumah tangga atau masyarakat dan permintaan dari pelanggan niaga salah satunya hotel.
“Akan kita optimalkan debit air hingga 50 meter per detik,” ungkapnya.
Guna mendukung target tersebut, pihaknya berharap ada akselerasi, dukungan dan percepatan pengembangan akses air bersih yang didukung alokasi APBN dari Pemerintah pusat maupun APBD, seperti pemasangan jaringan distribusi utama (JBU).
“Kita kan harus memasang JBU, dari SPAM Regional wilayah barat sampai ke timur, ini kan membutuhkan pendanaan, kami berharap nanti dapat dibantu oleh pendanaan dari pusat maupun daerah atau APBD,” jelasnya.
Tahun ini konsentrasi pengembangan diprioritaskan untuk wilayah timur yakni di wilayah Kapanewon Ngaglik, Depok dan Mlati. Hal ini seiring meningkatnya jumlah permintaan dari pelanggan yang di tahun 2022 telah mencapai sebanyak 42 ribu pelanggan, pada tahun 2021 baru sekitar 41 ribu pelanggan.
“Sehingga harapan kami karena belum ada jaringan distribusi utama yang mengarah ke tiga lokasi Depok, Ngaglik dan Mlati dapat terealisasi. Diharapkan juga untuk SPAM regional tahap dua di Kebon Agung bisa diselesaikan supaya nanti untuk pemenuhan akses air bersih di Sleman tengah dan Sleman Utara bisa terpenuhi,” tandasnya.
Dalam tahap perencanaan, PDUAM Tirta Sembada akan membangun reservoir induk yang terletak di wilayah Denggung dengan bentuk menara dengan tujuan untuk pengaturan atau pengendali distribusi air bersih pada wilayah tengah dan untuk melayani hotel-hotel.
“Kita berharap pemerintah daerah bisa membangunkan reservoir tersebut pada tahun 2023, kita hanya mengelola untuk pengembangan sambungan rumah sehingga pelayanan makin optimal,” pungkasnya. (Opo)
