Proyek Padat Karya Bantul 2023 Dilaunching di Dusun Krajan, Semua Pekerja Dijamin BPJS

share on:
Wabub Bantul Joko Purnomo melakukan peletakan batu pertama launching proyek padat karya tahun 2023, di Dusun Krajan Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Senin (20/3/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Seperti telah diagendakan, Wabub Bantul Joko Purnomo melaunching proyek padat karya tahun 2023, di Dusun Krajan Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Senin (20/3/2023).

Joko Purnomo dalam launching tersebut melakukan peletakan batu pertama bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimka) Srandakan dan pamong Kalurahan

“Padat karya menjadi primadona dan andalan pada program pembangunan di Kabupaten Bantul, bahkan DIY. Dalam program ini warga melalui Kelompok Masyarakat dapat mengajukan program tersebut kepada Dukuh dan Kalurahan termasuk untuk memilih dan menunjuk lokasinya,” kata Joko Purnomo.

Pengelolaan proyek padat karya juga dilakukan secara swakelola dalam artian pengerjaannya melibatkan masyarakat yang berada di sekitar titik lokasi. Sehingga tepat sasran dan akan lebih memberikan mamfaat.

Dalam konteks pembedayaan itu pula para tenaga kerjanya melibatkan masyarakat sekitar sebagai upaya memberikan pekerjaan bagi masyarakat yang memang mereka relatif membutuhkannya akibat terkena dampak pandemi Covid-19.

“Padat karya yang kini dilaunching juga diharapkan untuk upaya sarana prasarana penyediaan infrastruktur untuk Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Dimana apabila para sanak saudara dan handaitaulan pulang dan berlebaran di kampung kelahirannya, infrastrukturnya sudah baik. Ini akan bermanfaat,” tandas Joko.

Pada kesempatan ini Joko Purnomo didampimgi forkompimka Srandakan dan pamong Kalurahan Poncosari juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan bangket jalan/irigasi padat karya yang lokasinya di dekat kandang kelompok ternak.

Lurah Poncosari, Supriyanto SE, mengungkapkan kegembiraannya atas launching proyek padat karya yang memang dibutuhkan warga.

“Padat karya ini juga sangat membantu dan mendukung adanya wisata desa yang pada hari ini juga dilaunching oleh Wabub Bantul Joko Purnomo,” kata Supriyanto.

Sedangkan Kepala Kantor BPJS DIY, Teguh Wiyono, menegaskan para tenaga kerja yang terlibat dalam proyek padat karya memperoleh jaminan kecelakaan kerja. Fasilitas jaminan kecelakaan kerja itu merupakan inisiasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul.

“Para naker padat karya akan memperoleh jaminan perlindungan kerja. Jika mengalami kecelakaan kerja mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Daerah Kelas 1,” paparnya.

Menurut Kepala Disnakertran Bantul, Istirul Widhilastuti, jumlah paket padat karya Kabupaten Bantul tahun 2023 yang anggarannya berasal dari APBD Bantul tersebut sebanyak 153 titik. Masing-masing titik nilainya Rp 100 juta. Sedangkan yang menggunakn anggaran BKK DIY nilainya Rp 100 juta per titik, seluruhnya berjumlah 85 titik. Sedangkan yang dari BKK DIY yang nilainya Rp 200 juta per titik sebanyak 117 titik.

“Masa pengerjaan padat karya sekitar 21 hari sejak 20 Maret 2023,” pungkas Istirul. (Spd)

 


share on: