PPP Bantul Siap Bantu Polisi Memerangi Klitih

share on:
Suasana pengajian rutin PPP Bantul yang diselingi dengan deklarasi menolak aksi klitih || YP/Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Ketua DPC PPP Bantul, H Hasyim Turmudzi mengatakan pihaknya siap membantu aparat kepolisian untuk memerangi aksi klitih yang makin marak dan bikin resah masyarakat. Sebab PPP memiliki kader militan hingga ke grass root yang siap menjaga kamtibmas kondusif.

“Keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas kami. Klitih itu tindakan pengecut yang tidak bertanggung jawab dan merugikan orang lain. Bahkan aksi brutal ini sudah memakan korban jiwa. Pelaku klitih harus dihukum berat seusai perbuatannya,” ujar Hasyim di sela pengajian rutin keliling Daerah Pemilihan (Dapil), Rabu (5/2) malam di Caben RT-4 Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul.

Pengajian yang diisi tausiyah oleh Ustadz Mahin Hakim ini dihadiri jajaran pengurus, sejumlah kader serta masyarakat umum. Agenda kali ini juga menjadi momentum bagi PPP Bantul untuk menggerakkan para kadernya dalam berkontribusi menjaga kamtibmas, ditengah maraknya aksi klitih yang meresahkan masyarakat.

Relevan dengan isu yang diangkat, tausiyah yang disampaikan Ustadz Mahin Hakim juga menegaskan akan pentingnya pendidikaan akhlak dan agama ditanamkan sejak dini. Baik di lingkungan keluarga ataupun sekolah.

“Agama, akhlak dan karakter itu mengemban peran penting dalam tumbuh kembang anak. Upaya ini tentunya harus  disupport penuh oleh keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar. Banyak kasus klitih terjadi, pelakunya mayoritas adalah pelajar. Hal ini sangat miris dan memprihatinkan. Pelajar yang seharusnya melanjutkan perjuangan Bangsa, malah berbuat onar dengan mencelakai orang lain,” kata Ustadz Mahin.

Bendahara PPP Bantul Dyah Noviani SH menambahkan, pihaknya mengajak masyarakat berperan aktif dalam memerangi aksi klitih dengan menggalakkan patroli desa/kampung secara rutin. Sinergitas komunikasi dengan Polisi ataupun TNI juga dilakukan intens. “Keluarga dan sekolah harus menanamkan pendidikan karakter, juga rutin memantau aktivitas si anak. Langkah pendampingan dari dinas sosial ataupun KPAI juga bisa dilakukan. Serta yang tak kalah penting adalah program trauma healing bagi korban tindakan klitih,” pungkas Dyah Noviani.  (Dol)

 

 

 

--


share on: