Yogyapos.com (SLEMAN) - Buntut ledakan petasan di sebuah rumah di Dusun Plosokuning, Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, kini Kepolisian melakukan pemeriksaan intensif kepada seseorang berisisial A (23). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi menimbulkan rusak sangat parah bangunan rumah.
“Dari peristiwa tadi pagi (Jumat 22/4/2022-red) yang di Plosokunin, sampai saat ini sudah diperiksa kepada yang bersangkutan inisial A, orang ini yang membeli bahan-bahan yang akhirnya meledak dan dititipkan di rumah kosong milik salah satu warga yang kemudian meledak, alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” terang Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto menjawab pertanyaan media, Jumat, (22/4/2022) petang di Mapolda DIY.
Pemeriksaan intensif terus dilakukan guna menentukan ada tidaknya seseorang yang bisa ditetapkan sebagai tersangka akibat kejadian ini.
“Ya nanti dari hasil pemeriksaan saksi-saksi kemudian petunjuk akan dapat ditetapkan sebagai tersangka atau tidak,” ujar dia.
Ditandaskan mantan Kapolres Sleman, bahwa seseorang yang sengaja menyimpan bahan peledak tanpa disertai izin resmi pihak terkait dapat dikenai Undang-undang Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana selama 10 tahun.

Kondisi rumah yang rusak parah akibat ledakan mercon || YP-Eko Purwono
“Itu (menyimpan mercon) itu melanggar UU Darurat, karena menggunakan bahan peledak, mengangkut bahan peledak itu ada izinnya, sehingga ketika dia tidak mempunyai izin maka diduga melanggar UU tersebut, orang ini beli bahan dari online, bahannya memang terpisah-pisah, bukan terus beli obat mercon atau serbuk mercon kemudian diracik,” tandas dia.
Sebelumnya Kasi Humas Polres Sleman, AKP Edy Widaryanta menjelaskan bahwa kejadian ledakan mercon terjadi pada hari Jumat 22 April 2022 sekitar jam 07.30 WIB di dalam rumah milik Munadi yang terletak di Dusun, Plosokuning Minomartani, Ngaglik, Sleman.Dampak ledakan memicu kerusakan berat satu rumah tempat menyimpan mercon, juga kerusakan pada rumah sebelahnya pada kerusakan bagian genteng dan plapon atap rumah.
"Mulai awal puasa inisial A membuat petasan bersama pemuda, setelah selesai pembuatan kemudian disimpan di rumah bapak Munadi di Plosokuning Minomartani Ngaglik,” kata dia.
Diungkapkannya, menurut hasil pemeriksaan petasan dibuat dengan berbagai ukuran, diantaranga 2 buah mercon diameter 18 cm tinggi 30 cm, 3 buah mercon rentengan ukuran 0.5 m untuk diameter mercon dan 4 buah jenis mercon roman candle.
“A mendapatkan obat mercon dengan cara pesan lewat online, pada tanggal 2 April 2022 sebanyak 2 kg dan sudah dibuat mercon semua sebanyak tersebut diatas, untuk yang jenis roman candle beli di wilayah kota disebuah toko kembang api,” katanya. (Opo)
