Polisi Periksa 4 Saksi Peristiwa Penusukan Mahasiswa di Seturan

share on:
Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol, Ade Ary Syam Indradi didampingi Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol. Yuliyanto (kemeja putih) memberikan keterangan perkembangan penanganan kasus penusukan di Seturan || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Polda DIY telah memeriksa 4 orang saksi terkait kasus penusukan yang menewaskan dua orang mahasiswa di wilayah Seturan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok pada Minggu 8 Mei 2022 sekitar jam 01.00 WIB. 

Kedua korban laki-laki diketahui berstatus sebagai mahasiswa dengan inisial TIP (29) warga Bangka Belitung dan DS (22) asal Pematang Siantar Sumatera Selatan. TIP meninggal dalam perjalanan ke RS JIH di Sleman sedangkan DS menghembuskan nafas terakhir di RS JIH sekitar jam 04.50 WIB.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-viral-video-penganiayaan-polresta-lakukan-penyelidikan-8887

“Sampai kini kami masih  terus melakukan olah TKP, beberapa saat setelah kejadian kami pimpin langsung. Sudah empat saksi yang kami periksa dan ada beberapa CCTV yang kami dalami,” kata Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Yuliyanto kepada awak media di Mapolda DIY, Senin (8/5/2022).

Perkembangan lain, ungkap dia, kedua korban sudah dilakukan Visum luar dan Visum dalam di RS Bhayangkara Polda DIY. Sejumlah titik terang telah didapatkan terkait penyelidikan kasus ini.

“Kami akan mengejar pelakunya, hasil visum luar dan visum dalam belum keluar, (penyebab kematian) diduga akibat kekerasan benda tajam, luka tusuk satu di dada satu di punggung,” kata dia.

Insiden penusukan, lanjut dia, dipicu lantaran perselisihan antara kelompok pelaku dan kelompok korban saat bertemu di persimpangan Jalan Selokan Mataram dengan Jalan Seturan Caturtunggal.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-polda-diy-periksa-dua-anggotanya-yang-diduga-terlibat-penganiayaan-7135

“Kelompok korban dan pelaku bertemu di TKP dan tidak saling mengalah datang dari arah berbeda, lalu terjadi cekcok dilanjutkan kejar mengejar sehingga terjadi penganiayaan, mereka tidak saling mengenal, sedangkan alat yang dipakai untuk menusuk masih dalam pencarian,” ungkapnya.

Menurutnya, kelompok pelaku diduga mengendarai 3 unit motor roda dua dengan jumlah pengendara 4 hingga 5 orang. Sedangkan kedua korban merupakan mahasiswa.

“Korban dibawa ke rumah sakit JIS oleh kawannya (kelompok korban*red), kemudian saksi melaporkan ke Polda DIY mereka dari acara kumpul-kumpul dengan teman-teman korban,” ujarnya. (Opo)


share on: