Yogyapos.com (BANTUL) – Sebanyak 21 kalurahan di Bantul akan menyelenggarakan pemilihan lurah (Pilur) serentak akan berlangsung pada 25 September 2022. Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten bantul melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMK) melakukan pengarahan dan pembekalanan.
Pilur, pada intinya, harus berlangsung lancar dan demokratis. Hal ini sebagaimana disampaikan juga oleh Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih saat memberikan pengarahan, di Omah Kampung Jalan Yogya Bantul Pandowoharjo Sewon Bantul, Kamis (14/7).
Acara sosialisasi dan pengrahan menghadirkan narasumber Anggota Komisi A DPRD, Kepala DPMK Sri Nuryanti, pihak KPU dan unsur Forkompimda dan Kepala Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) dari 21 kalurahan yang mengadakan Pilur.
“Negara kita demokratis. Suara rakyat didengarkan dan diperhitungkan untuk memilih ataupun dipilih. Maka dalam pemilihan lurah nanti harus terlaksana dengan demokratis, tertib dan lancar,” kata Bupati Abdul Halim Muslih.
Menurutnya, dalam Pilur yang demokkratis mesti ada kompetitornya. Nantinya ada yang menang dan ada yang kalah. Tentu saja yang kalah harus legowo dan yang menang jangan sombong. Hasil pemilihan sesuai ketentuan (perundangan) harus diterima dengan baik. Ujung dari Pilur adalah memilih pemimpin yang baik demi memajukan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Dalam konteks ini, Bamuskal sebagai panitia penyelenggara Pilur juga ditekankan untuk bekerja profesional sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku, demi terciptanya demokrasi.
Sementara itu, Kepala DPMK Bantul, Sri Nuryanti dalam laporannya menyampikan Pilur serentak Bantul pada Minggu 25 September 2022 diselenggarakan di 21 kalurahan, antara lain Banguntapan, Wijirejo dan Sidomulyo.
Tahapan pemilihan sudah mulai berjalan dan waktu pendaftaran terakhir pada Jumat (15/7) sore. Salah satu ketentuannya jumlah calon maksimal 5 orang. Jika lebih dari lima akan diadakan penyaringan (seleksi) terlebih dahulu dan hanya diambil lima calon.
Pada kesempatan ini Anggota Komisi A DPRD Bantul yang juga membidangi pemerintahan, Pambiludi Mulyo, mengatakan, kita semus saudara, maka hatus tetap rukun meski pilihan berbeda agar Bantul selalu kondusif. (Spd)
