Petani Wilayah Tempel Mulai Kembangkan Klengkeng New Kristal

share on:
Aris Hartono saat melakukan pemberongsongan buah kelengkeng untuk menanggulangi serangan hama kelelawar dan sejenisnya || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Petani di wilayah Kapanewon Tempel Kabupaten Sleman, mulai mengembangkan budidaya tanaman klengkeng jenis New Kristal. Keunggulan buah berbentuk bulat ini,  pertama adalah rasanya yang manis bukan hanya isapan jempol semata.

Klengkeng (Dimocarpus longan) adalah salah satu tanaman buah tropis. Banyak manfaat dari buah ini, diantaranya kaya kandungan antioksidan polifenol dan flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

BACA JUGA: Bocah 13 Tahun Hanyut di Sungai Konteng

Seperti halnya yang dilakukan oleh Aris Hartono SE, salah satu petani klengkeng warga Padukuhan Gundengan RT 4 RW 26 Kalurahan Margorejo Tempel. Dalam waktu sekitar 2 tahun sejak penanaman kini dirinya telah mulai memetik hasilnya.

“Saya memilih budidaya tanaman klengkeng jenis New Kristal lantaran memiliki tekstur buah yang renyah daging buah yang tebal serta berbiji kecil, bersifat "nglotok" jadi mudah dipisahkan antara daging buah dengan bijinya serta bertahan lama,” kata Aris saat ditemui yogyapos.com di kebun miliknya, Minggu (21/1/2024).

Guna optimalisasi pemanfaatan lahan, jelas Aris, dirinya memanfaatkan lahan seluas 6.000 meter dan dapat ditanami sebanyak 155 pohon. Selama menunggu masa panen hingga saat ini diaplikasikan sistem polyculture atau tumpang sari.

BACA JUGA: PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 11 Maret

“Sambil menunggu saat masa berbuah, disela tanaman klengkeng kami manfaatkan untuk bercocok tanam sayuran, seperti koro pedang, cabai, tomat, kacang tanah, terbaru ini kami coba tanam talas bogor,” jelas Aris yang juga menjabat selaku Danarta Kalurahan Margorejo ini.

Menurut dia, tekstur tanah di wilayah Margorejo memenuhi syarat untuk ditanami pohon klengkeng jenis New Kristal dan sudah terbukti.

“Selama ini baru dilakukan pemupukan selama 3 kali berupa pupuk kandang kotoran kambing atau srintil, ternyata tanah di sini cocok untuk jenis New Kristal,” ujarnya.

BACA JUGA: 9.248 Kader PDI Perjuangan Bantul Ikuti Diklat Saksi Pemilu 2024

Dalam hal pembungaan dan pembuahan selama ini tidak menemui kendala, hal tersebut dapat diatasi dengan cara pemupukan boster kering sehingga dalam 1 tahun dapat dilakukan 3 kali panen pada setiap pohon.

“Selama ini dalam hal mempercepat pembuahan kami berikan boster kering, hasil dari penerapan boster kering hanya membutuhkan waktu selama 3 minggu tanaman sudah mulai kelihatan berbunga, memang dulu pernah dengan boster kocor namun hasilnya kurang maksimal,” urainya.

BACA JUGA: Dugaan Mafia Bola Segera Dilimpahkan ke Pengadilan, Ini Kata Kasi Pidum Kejari Sleman

Diakuinya selama menanam pohon klengkeng belum menemui kendala yang berarti, baik serangan hama maupun penyakit, hanya saja saat musim kemarau  kesulitan untuk mendapatkan air untuk penyiraman.

“Kedepan akan kita konsep dengan sistem penyiraman air tetes menggunakan instalasi pralon, untuk mengantisipasi saat terjadi musim kemarau panjang, sedangkan untuk menanggulangi hama terutama kelelawar dan sejenisnya pada setiap dompol buah kami lakukan pemberongsongan buah dengan jaring,” beber dia.

Sementara itu di tempat terpisah, Cahyono salah satu warga Kabupaten Sleman mengaku puas setelah membeli klengkeng hasil budidaya petani ini.

“Saya beli klengkeng sudah sekitar enam hari yang lalu, disimpan dalam ruang terbuka dan untuk rasa masih segar dan manis,” ungkap Cahyono. (Opo)

 

 


share on: