Perlu Kerja Keras Pertahankan Yogya Kota Pelajar

share on:
Gowes para rektor putaran 6 membahas tentang Kota Pelajar

Yogyapos.com (YOGYA) - Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Prof Nizam mengingatkan para stakeholder di Yogyakarta untuk bekerja keras mempertahankan status Yogyakarta Kota Pelajar.

“Daerah lain mengklaim label yang sama. Malang dan Bandung mulai menyebut diri mereka sebagai kota pelajar juga,” kata Prof Nizam saat bincang santai dalam Gowes Putaran 6 di kampus STTKD, Sabtu (1/20/2022).

Nizam berpendapat, status Kota Pelajar sebagai label sangat tinggi.  Awalnya Yogyakarta sebagai satu-satunya kota pelajar.

“Kalau tidak ada upaya keras menjaga, bisa digunakan kota lain. Ingat branding kota pelajar bagi Yogyakarta sangat penting,” tandasnya.

Penggagas gowes sekaligus Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof Dr Edy Suandi Hamid menegaskanpernyataan Nizam bahwa PTS-PTS di LLDikti V sangat peduli dan semangat untuk memajukan pendidikan di Yogayakarta dan menjaga label kota pelajar.

“Semua pimpinan perguruan tinggi punya semangat untuk maju bersama. Gowes sebagai bagian dari tekad untuk memajukan pendidikan,” ujarnya.

 

Gowes Hari Kesaktian

Gowes para rektor dan penyelenggara perguruan tinggiLembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDikti)  wilayah V putaran ke-6 bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Sabtu, 1 Oktober 2022, terkesan istimewa karena dihadiri  olehDirektur Jenderal Prof. Nizam.

Pemberangkatan mengayuh sepeda santai di halamanLLDikti V dan berakhir di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Sepanjang 24 Km rute gowes, para peserta menyambangi sejumlah pemberhentian sementara (cek point) di beberapa kampus, yaitu kampus APMD, Akademi Perikanan,UTDI, STIPRAM, dan terakhir di STTKD.

Para pimpinan yang hadir dalam gowes putaran ke-6 antara Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Islam sekaligus Rektor UII Prof Fathul Wahid PhD, Ketua LLDikti V Prof Aris Junaidi, PhD, Ketua LLDikti VI Bhimo Widyo Andoko SH MH, dan para mantan ketua LLDikti.

Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc, menegaskan olah raga mengayuh pedal sepeda ini sebagai ajang para rektor mengenalkan kampus-kampus yang dilewati dan disinggahi peserta gowes. Saat disinggahi, para pimpinan kampus menyajikan kudapan makanan ringan. Usai jeda di rest area kampus, peserta melanjutkan perjalanan sampai pemberhentian terakhir. (Mkb)

 


share on: