Yogyapos.com (SLEMAN) - Sejumlah relawan pegiat lingkungan yang tergabung dalam ‘Perisai Bumi’ Yogyakarta melakukan kegiatan bersih-bersih sampah di sepanjang jalan Ringroad Utara atau Jalan Padjajaran, Sleman, Sabtu (25/2/2023) pagi.
Aksi ini sebagai ujud kepedulian atas merebaknya tempat pembuangan sampah (TPS) liar di sejumlah titik di jalan yang melingkari wilayah DIY ini. Kegiatan diawali pada pukul 08.00 WIB dengan briefing teknis di Kantor Kapanewon Depok, dilanjutkan aksi pembersihan sampah dari simpang empat jalan Affandi hingga jalan Maguwoharjo.
BACA JUGA: Silaturahmi Surya Paloh-AHY Indikasi 'Kapal Koalisi' Kian Kokoh untuk Kemenangan Pemilu 2024
Koordinator Relawan Lingkungan Perisai Bumi, Yani Prihatmoko SH mengatakan kegiatan ini digelar rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari, sekaligus dalam upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah mulai dari rumah dan diikuti sekitar 50 relawan,” jelas Yani.
Dipilihnya lokasi tersebut, menurutnya bahwa berdasarkan pantauan Perisai Bumi, setidaknya lebih dari 10 TPS liar terdapat di sepanjang jalan Ringroad Utara. Munculnya TPS liar ini kalau tidak diambil tindakan tegas maka akan muncul TPS liar lainnya di sepanjang jalan-jalan utama di DIY.
BACA JUGA: Sebira versus Siberia: Catatan untuk Anies Baswedan
“Tentu saja hal ini (TPS liar) sangat meresahkan dan mengkhawatirkan karena selain mencemari lingkungan, tumpukan sampah liar itu sangat menggangu estetika Yogya sebagai salah satu kota destinasi wisata nasional,” tandasnya.
Aksi bersih-bersih sampah jalan anggota || YP-Ist
Salah satu pemicu merebaknya TPS liar, yakni perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, meski telah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan berbagai aturan turunanya.
BACA JUGA: Rakernas I KSPSI, Kadin dan Apindo Dorong Buruh Utamakan Negosiasi dan Perkuat Kolaborasi
“Namun, berbagai regulasi itu belum mampu menghentikan perilaku oknum masyarakat untuk membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Dalam satu kali aksi, berhasil terkumpul sebanyak 90 karung yang masing-masing seberat 20 kg atau kurang lebih 1.800 kg atau 1,8 ton berupa sampah an organik. Sekitar 90 persen sampah berupa plastik dan dalam kondisi basah selanjutnya diangkut menggunakan truk sampah milik DLH Sleman dibawa ke TPS3R Resep untuk dilakukan proses pemilahan oleh para relawan.
“Hasil pemilahan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi akan dijual oleh TPS3R Resep, sementara di kelompok Tani Remen Berbudaya akan melakukan bimtek pembuatan kompos secara cepat. Sampah residu seperti pampers, pembalut dibawa ke TPA,” jelasnya.
BACA JUGA: Jumhur Hidayat: Rakernas Hanya Membahas Presiden yang Diharapkan KSPSI
Hadir dalam kesempatan tersebut Ardi Sahami anggota DPRD Sleman Fraksi PAN, Bernadetta Widiandayani dari Persada, Anton Driessen dari TRB, Bambang Rimalio, Kapolsek Polsek Depok Timur Kompol Maryadi Endar Isnianto, Budi Isroi Pengelola TPS3R Resep, Albertus Agenda dari Gavarta, Lia Kusumaningrum selaku Dosen Ilmu Lingkungan UNS Solo dan perwakilan Satpol PP Kabupaten Sleman, Anggota Ikatan Mahasiswa Manggarai Barat yang sedang studi di Yogyakarta atau Gavarta dan Atmo 5, (Opo)
