Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bantul menggelar perayaan Hari Dongeng Nasional yang diperingati setiap tanggal 28 November. Kegiatan ini sekaligus sebagai puncak acara Lomba Bertutur Jenjang SD/MI bersama Bunda Literasi Kabupaten Bantul yang telah dilaksanakan di tiga wilayah (Bantul Tengah, Bantul Barat, Bantul Timur) secara maraton sejak 7 November lalu.
Perayaan Hari Dongeng Nasional memperkenalkan pula karya kreasi mural sejumlah siswa-siswi SMA tergabung dalam Forum Anak Bantul (Fornaba). Mereka mengungkapkan ekspresi karyanya di Taman Literasi Sasana Widya Parwa, Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantul.
“Dispusip Bantul selalu membuat terobosan dan inovasi untuk masyarakat. Di antaranya adalah menggelar lomba bertutur, pelatihan membatik dan kegiatan literasi terapan lainnya, serta kreasi mural oleh anak-anak,” terang Sekretaris Dispusip, Dra Sri Kayatun, saat melaporkan pelaksanaan kegiatan mewakili Kepala Dinas, di Aula Sasana Widya Parwa, Perpustakaan Daerah, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 1 Bantul, Rabu (30/11/2022) siang.
Ia menyampaikan, Bantul meraih skor Indeks Pengembangan Literasi Masyarakat (IPLM) 65,71 dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat 58,26. Skor masih berada di bawah DIY dan masuk kategori sedang. Maka diperlukan upaya guna meningkatkan minat baca dan perpustakaan sehingga nilai IPLM dan TGM pun diharapkan dapat naik.
“Ini sangat terkait misi bapak Bupati Bantul, mengenai pengembangan sumber daya manusia unggul, berkarakter dan berbudaya istimewa. Juga mengenai penanggulangan masalah kesejahteraan sosial secara tepadu dan pencapaian Bantul sebagai kabupaten layak anak, ramah perempuan dan difabel,” ujar Sri Kayatun.
Sementara Bunda Literasi Kabupaten Bantul, Hj Emi Masruroh SPd, menyatakan bahwa dirinya sejak beberapa waktu lalu selalu mendampingi Dispusip berkegiatan. Baik yang dilaksanakan oleh Dispusip sendiri maupun kolaborasi kegiatan bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga. Ia mengapresiasi kegiatan-kegiatan bersifat memberdayakan atau mengeksplorasi kemampuan.
“Dari festival literasi sekolah, lomba bertutur, hingga pelatihan membatik di Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri yang baru saja saya ikuti. Menyaksikan penampilan anak-anak hari ini sangat membanggakan. Ternyata anak-anak mampu mengekspresikan apa yang telah dibaca, tentu itu juga tak lepas dari bimbingan guru,” paparnya.
Menurut Emi, lomba bertutur yang diselenggarakan Dispusip memang bertujuan meningkatkan literasi anak dan menumbuhkan budaya gemar membaca. Kemampuan bertutur menjadi salah satu indikator pemahaman terhadap bacaan, tersirat dan tersurat. Para peserta harus menampilkan aspek perjuangan dan kepahlawanan meskipun ceritanya bernuansa legenda.
“Harapannya, anak mampu memperoleh nilai-nilai moral yang ada dalam cerita, seperti nilai kepahlawanan, persatuan, cinta tanah air, dan lain sebagainya,” katanya.
Di tempat yang sama Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, mengungkapkan anak-anak Bantul memang luar biasa. Mereka mampu memahami apa yang dibaca dan menyampaikan kembali isi buku kepada orang lain dengan mudah melalui aktivitas bertutur.
“Bantul punya cita-cita mencetak sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan berbudaya istimewa. Saya ingin anak-anak Bantul di masa depan menjadi orang yang luar biasa, berwawasan dan memiliki cakrawala pengetahuan luas,” harapnya.
Halim menegaskan, untuk mencapainya maka sistem pendidikan di Kabupaten Bantul harus mendukung lahirnya generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkepribadian Indonesia. Namun, itu tidak cukup hanya berbekal satu pengetahuan saja.
“Pengetahuan dan informasi bisa diperoleh dari buku dan berbagai media lainnya termasuk aktivitas bertutur. Aktivitas tersebut merupakan cara yang sudah dilakukan para leluhur kita dahulu yakni menyampaikan dan mengajarkan nilai- nilai moral,” ungkap Halim.
Perayaan Hari Dongeng Nasional diisi penampilan bertutur pemenang Juara 1 dari tiga wilayah. Mereka membawakan cerita seperti tatkala tampil di final. Selanjutnya, Bupati Bantul dan Bunda Literasi berkenan meninjau hasil kreasi mural anak-anak Fornaba di Taman Literasi Sasana Widya Parwa. Kedua pasangan suami istri itu pun menuliskan pesan dan kesan mengenai literasi di Kabupaten Bantul melalui media yang sudah disiapkan.
Berikut hasil lengkap pemenang lomba bertutur dari masing-masing wilayah.
Bantul Tengah
Juara 1 - Putraku Omar Emiliardillah (SD Muhammadiyah Pepe Bantul, Skor 1701)
Juara 2 - Afiqah Dzakaria Althafunnisa (SD Unggulan Aisyiyah Bantul, Skor 1675)
Juara 3 – Naluri Linuwih (MI Maulana Maghribi Pundong, Skor 1671)
Bantul Barat
Juara 1 - Rasya Yoga Pratama (SD Gunungsaren Srandakan, Skor 1677)
Juara 2 - Zalfa Qurrataaini Ramadhani (SD Muhammadiyah Wonorejo Sanden, Skor 1578)
Juara 3 – Bellvania Alma Wilda Andanish (SD Muhammadiyah Tegallayang I, Skor 1555)
Bantul Timur
Juara 1 - Sabda Adhitama Muhammad (SD Jomblangan Banguntapan, Skor 1654)
Juara 2 - Rafif San Haferino (SD Sokowaten Baru Banguntapan, Skor 1627)
Juara 3 - Naila Nur Azizah (SD Jolosutro Piyungan, Skor 1617)
Pemenang mendapatkan tropi, piagam penghargaan, dan tabungan pembinaan dari Bank BPD DIY. Sedangkan peserta kreasi mural diberikan apresiasi berupa tabungan pembinaan dari Bank BPD DIY dan Bank Bantul. Tropi, piagam dan tabungan pembinaan diserahkan langsung oleh Bupati Bantul dan Bunda Literasi. (Mufti)
