Yogyapos.com (SLEMAN) – Memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman menggelar pergelaran wayang kulit kolosal dengan lakon “Mahasaka” diParkir Utara Lapangan Denggung, Tridadi, Jumat (15/52026) malam.
BACA JUGA: 76 Indonesian Downhill 2026 Bergulir Tiga Seri, Bakal Semakin Ekstrem dan Menantang!
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini turut dihadiri serta dibuka secara simbolis oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, didampingi sejumlah jajaran pejabat terkait Pemkab Sleman.
BACA JUGA: Seorang Karyawan P3K Sleman Tewas, Ada Luka Sayat di Leher
Ada yang istimewa dalam pagelaran wayang kulit di perayaan 110 tahun usia Kabupaten Sleman kali ini. Pagelaran tidak hanya menampilkan satu atau dua dalang, melainkan kolaborasi dari 15 dalang sekaligus. Para dalang tersebut berkolaborasi menampilkan atraksi wayang kulit yang spektakuler, sekaligus menyampaikan nilai-nilai luhur, serta sejumlah isu terkini.
BACA JUGA: Kemah Hizbul Wathan SMA Muhi Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Sosial
Berikut daftar dalang yang tampil pada acara tersebut; Ki Edi Suwondo, Ki Gunawan, Ki Sancoko, Ki Agus Hadi Sugito, Ki Eko Purnomo, Ki Sri Hartanto, Ki Risang Aji, Ki Bagus Pranantyo, Ki Bayu Probo, Ki Dicky Yoga Mahendra, Ki Dhamar Asmoro, Ki Wahyu Wicaksono, Ki Rendy Ratnanto, Ki Wahyu Pradana, dan Ki Zaky Kaditama.
Penyerahan gunungan menandai pegrelaran wayang kolosal || YP-ist
Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginyaatas terselenggaranya pagelaran wayang kulit ini. Beliau menekankan bahwa wayang kulit bukan sekadar hiburan visual, melainkan media refleksi bagi pembangunan daerah.
BACA JUGA: Usia 103 Tahun Tak Surutkan Mbah Mardi Menuju Tanah Suci
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman, saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua pihak yang turut menyukseskan pagelaran wayang kulit malam ini. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen kita dalam melestarikan dan mempromosikan budaya yang kita miliki," ujar Harda.
Bupati juga menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mendukung para pelaku seni agar kebudayaan asli daerah tidak tergerus zaman. (Agn)
