Peran Pemuda Sangat Penting dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

share on:
Para narasumber Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila untuk Pemuda Bantul yang sinergitas dan progresif, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Bantul Trirenggo Bantul, Sabtu (8/6/2024) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Para pemuda harus berperan aktif berperan untuk mewujudkan Indonesia Emas di Tahun 2045 dilandasi revitalisasi (menghayati kembali) nilai-nilai Pancasila secara senergis progresif dalam berbangsa dan bernegara.

Demikian kesimpulan dialog dan seminar nasional yang mengusung tema Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila untuk Pemuda Bantul yang sinergitas dan progresif, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Bantul Trirenggo Bantul, Sabtu (8/6/2024).

BACA JUGA: Aliansi Masyarakat Peduli Sidomulyo Serahkan Laporan ke Kejari, Lurah Susanto Siap Menjelaskan

Acara ini diselenggarakan oleh Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bantul, serta Ikatan Pelajar NU Kapanewon Sewon Bantul. Menghadirkan nara Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, Wakil Ketua FPRD Bantul Nur Subiyantoro SIkom, Aktivis Gerakan Kebangsaan Yogyakarya Widihasto Wasana Putra dan Founder GEN Z Institute Abdullah Armansyah ST.

BACA JUGA: Dirut PT Taru Martani Dijebloskan ke Tahanan, Dugaan Korupsinya Mencapai Rp 18,7 Miliar

“Revitalisasi Pancasila untuk diemplementasikan  dalam hidup berbangsa dan bernegara suatu hal yang luar biasa. Sejak sebelum 17 Agustus 1945 peran pemuda Indonesia sangat penting,” kata Nur Subiyantoro.

Narasumber bersama para peserta dialog || YP-Supardi

Dikatakan, jika menengok sejarah saat Nagasaki dan Hirosima dibom oleh Sekutu, mengakibatkan tata pemerintahan kedua negara itu kalang kabut. Maka saat itu pemuda Indonesia juga berperan dalam mendesak Soekarno untuk memproklamirkan kemerdekaan RI. Hingga akhirnya kemerdekaan RI diproklamirkan.

BACA JUGA: Gus Hilmy Bicara Problem Sosial Hingga Tambang di Konfercab IPNU-IPPNU Yogya, Simak Lengkapnya

“Saat ini kaum muda juga dituntut untuk melakukan hal-hal positif sesuai dengan sila- sila dalam Pancasila,” tambahnya.

Abdul Halim Muslih, j ugmenyampaikan bahwa hidup berbangsa dan bernegara dalam bingkai kebhinnekaan di Indonesi adalah indah. Kebhinnekaan merupakan sunnatulah (kodrat tuhan) yang harus disikapi dengan arif.

“Kebhinnekaan nyata di Indonesia, sehingga negara bukanlah milik satu golongan tertentu melainkan milik seluruhnya,” tandasnya.

Pada kesempatan sama, Widihasto Wasana Putra, mengatakan kebersamaan dan keberagaman sudah ada sekitar Abad 14 (Kerajaan Majapahit) dengan yang disebut Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda namun tetap satu).

BACA JUGA: Renovasi Stadion Maguwoharjo Senilai Lebih dari Rp 100 M Memasuki Tahap Pemasang Kursi

“Dalam perkembangan saat ini, menjaga adanya perbedaan justru semakin diperlulan,” kata Widihasto.

Senada disampaikan Abdullah Armansyah, bahwa sinergitas dan progresivitas pemuda dalam revitalisasi Pancasila sangat diperlukan. Namun kaum muda juga  jangan pasif terhadap politik, melainkan perlu aktif.

Keaktifan kaum muda dapat untuk mengkoreksi agar kehidupan berbangsa dan bernegara semakin baik. (Spd)


share on: