Yogyapos.com (BANTUL) - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dapil DIY Esti Wijayati dan Anggota Fraksi PDI DPRD Bantul Nur Yiniastuti berkolaborasi mengajak warga masyarakat untuk mewaspadai kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.
Ajakan tersebut disampaikannya dalam acara sosialisasi dan penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat. Program ini diperuntukan bagi para siswa SD, SMP dan SMA wilayah Kapanewon Piyungan, di Gedung Serbaguna Banyakan, Sitimulyo Piyungan Bantul, Kamis (27/7/2023).

“Saya berpesan apabila ada kekerasan seksual kepada anak dan perempuan, maka segera laporkan ke kami melalui hotline 24 jam. Ini penting agar kekerasan seperti itu dapat terhindar. Korbanya juga dapat memperoleh pertolongan dan pelakunya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.
Esti menegaskan, lelaki yang bertingkah menggida melalui siulan (suiiit-suiiit) ataupun mengirim tulisan melalui WhatsApp yang berisikan mengajak perempuan tidak senonoh juga dapat dimasukan dalam kriteria tindakan kekerasan seksual,” tandas Esti Wijayati.
Sosialisasi Undang Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) sangat diperlukan. “Apa yang kami disampaikan pada saat ini juga merupakan bagian dari sosialisasi,” ujarnya.
Adapun mengenai PIP bertujuan meringankan beban biaya sekolah bagi para penerimanya yaitu siswa SD, SPM fan SMA, agar jangan sampai ada anak yang tidak bersekolah akibat kesulitan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Anggota DPRD Bantul Fraksi PDI Perjuangan, Nur Yuniastuti, disela acara ini mengatakan pihaknya menginisiasi acara ini sebagai uapaya meringankan beban masyarakat tentang biaya sekolah.
“PIP ini kepada 300 sasaran. Untuk siswa SD Rp 450.000 per anak, SMP Rp 750.000 per anak dan SMA Rp 1 000.000 per anak,” jelas Nur Yuniastuti. (Spd)
