Yogyapos.com (SLEMAN) - Wawasan kebangsaan merupakan pandangan yang dimiliki oleh bangsa mengenai identitas dan tanah airnya dengan prinsip utama persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa bernegara serta bermasyarakat.
Materi tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, Indra Darmawan dalam Pembinaan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda, mengusung tema ‘Generasi Muda Milineal Berwawasan Kebangsaan’ yang Diikuti 50 peserta dari 10 padukuhan di Lumbungrejo, di Aula Kalurahan Lumbungrejo, Jumat (21/6/2024) malam.
BACA JUGA: Lektol Inf Afrizal Rakhman Jabat Danyon 403/WP, Sertijab Dipimpin Danrem 072/Pmk
“Hubungan wawasan kebangsaan dengan pancasila sendiri adalah sebagai tonggak penting dalam persatuan dan kesatuan bangsa, karena mengandung nilai-nilai yang merupakan manisfestasi dari UUD NKRI tahun1945 dan Pancasila,” kata Indra Darmawan.
Sedangkan Sekretaris Kesbangpol Sleman Budi Santosa menyampaikan pentingnya mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga dapat mencegah tantangan dan ancaman yang akan mengganggu keutuhan NKRI.
BACA JUGA: Jemaah Haji Gelombang I Mulai Dipulangkan ke Tanah Air
“Seiring dengan laju modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks dan memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia, berbagai pengaruh negatif juga terdapat di dalamnya, seperti marak penyalahgunaan dan peredaran narkoba, bullying, perkelahian antar pelajar dan berbagai kasus lainnya,” kata Budi.
Untuk menangkal terjadinya degradasi moral anak bangsa ini, diperlukan adanya pemahaman dari generasi muda tentang wawasan kebangsaan. Setiap generasi adalah masyarakat baru yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian dan mengembangkan karakter atau watak publik maupun privat yang sejalan dengan demokrasi.
“Skap mental ini harus dipelihara dan dipupuk melalui perkataan dan pengajaran serta kekuatan keteladanan,” tuturnya.
BACA JUGA: Bongkar Tiga Situs Judi Online, Polri: Perputaran Uang Mencapai Rp 1 Triliun
Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim mengatakan pembinaan generasi muda menjadi warga negara yang baik harus menjadi perhatian utama bersama.
“Oleh karena itu perlu adanya pemberian pemahaman wawasan kebangsaan pada generasi muda. Sehingga tidak terpengaruh dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi dan informasi,” jelas Misbah.
BACA JUGA: Jagabaya Kalurahan Caturtunggal Dituntut Penjara 7,5 Tahun, Advokat Nofrizal akan Ajukan Pledoi
Sementara itu, Panewu Anom Tempel Dyah Purwanti, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme, kesadaran berbangsa dan bernegara serta nilai-nilai patriotisme pada generasi muda.
“Kegiatan ini juga dapat meningkatkan pengetahuan dan kecintaan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI serta memupuk mental dan keberanian para generasi muda untuk berkompetisi secara jujur dan sehat,” pungkas Dyah. (Opo)
