Yogyapos.com (YOGYA) – Akademisi Yogyakarta dan Perwakilan BEM Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar diskusi Kegiatan Forum Kalibrasi dengan tema ‘Pemuda Penentu Pemilu 2024’, di Qamari Coffee & Eatery, Rabu (13/2/2024) Pukul 19.00 WIB.
Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti untuk pergi ke TPS di masing-masing tempat. Sepuluh perwakilan BEM se-DIY yang terlibat dalam forum ini yakni Universitas Janabadra, UIN Sunan Kalijaga, UPN “Veteran” Yogyakarta, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Institut Teknologi Yogyakarta, ISI, Politeknik API, IIQ An-Nur, Universitas Mahakarya Asia serta STIE Widya Wiwaha.
BACA JUGA: Tim Pamatwil Mabes Polri dan Polda DIY Lakukan Asistensi Hingga ke TPS
Suasana kepedulian dan semangat untuk memajukan demokrasi terasa kental dalam seminar yang mengusung tema ‘Mahasiswa Ayo ke TPS’, tidak hanya sekadar mengajak, tetapi juga memberi panggilan tindakan kepada masyarakat untuk aktif dalam proses pemilihan umum.
Para pembicara, yang terdiri dari akademisi dan perwakilan ketua BEM kampus, secara tegas mengajak masyarakat untuk tidak golput dan hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Mereka menegaskan bahwa setiap suara memiliki nilai dan dampak yang penting dalam menentukan arah masa depan negara. Selain itu, menciptakan suasana pemilu yang kondusif dan damai menjadi fokus utama dalam diskusi hari ini. Para peserta sepakat bahwa keberhasilan pemilu tidak hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang adil dan transparan serta menghindari segala bentuk konflik atau kekerasan.
BACA JUGA: Ribuan Surat Suara di Bantul Dimusnahkan, Ini Penyebabnya
Dosen Universitas Pembangunan Nasional Pembangunan “Veteran” Yogyakarta, Mochamad Fauzul Haq berpendapat bahwa banyak pemuda yang hari ini masih terbilang apolitis sehingga perlu adanya cara-cara dan pendekatan yang jauh lebih menarik untuk membuat pemuda menjadi lebih bergairah untuk memilih.
“Hal tersebut dikarenakan agenda pemuda di masa yang akan datang sangat ditentukan oleh keterlibatannya dalam Pemilu,” ucap Mochammad Fauzul Haq.
Dukungan terhadap calon presiden dan wakil presiden juga menjadi sorotan penting dalam seminar ini. Mereka dipandang sebagai putra-putra terbaik bangsa yang layak untuk didukung. Para pembicara menegaskan bahwa setiap pemimpin terpilih harus mendapatkan dukungan penuh dari rakyat untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan bangsa.
Tak ketinggalan, peran kampus sebagai tempat ruang publik juga menjadi perhatian dalam diskusi. Kampus diharapkan kembali menjadi tempat yang aman dan terbuka untuk berdiskusi, serta menjaga kondusifitas akademika di tengah gejolak politik untuk menciptakan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Mahfud MD akan Mencoblos di Wilayah Sleman, Berikut Pola Pengamanan dari Kepolisian
Andre Maulana selaku Ketua BEM Universitas Janabadra berpendapat bahwa selain memilih, mahasiswa atau pemuda harus bisa memilih figur pemimpin yang akan dia pilih.
“Figur-figur calon pemimpin yang akomodatif dengan isu strategis pemuda yaitu dalam hal lapangan pekerjaan, pendidikan, dan lain sebagainya.," Ujar Andre.
Terakhir, pentingnya kebijaksanaan dalam menyaring informasi menjadi pesan akhir yang disampaikan dalam seminar ini. Di era informasi yang begitu cepat dan luas, para peserta diingatkan akan pentingnya kritis dan bijak dalam menerima serta menyebarkan informasi, demi menjaga integritas dan kebenaran informasi yang beredar.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi perubahan yang lebih baik dalam partisipasi masyarakat, terutama kaum muda, dalam proses demokrasi negara. Semangat untuk mengembangkan pemikiran kritis, bertanggung jawab, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa harus terus diperjuangkan demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik. (*)
