Yogyapos.com (YOGYA) - Pemkot Yogya bertekad dan berkomitmen mewujudkan zero stunting di wilayahnya. Upaya itu bisa terwujud melalui kerja bersama dan sinergitas antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat melalui satu kesamaan pandang dan langkah yang terukur dan berkesinambungan.
“Berapapun jumlah stunting di wilayah langsung diatasi secara menyeluruh dengan target langsung nol kasus dalam satu waktu program,” kata Wakil Walikota Heroe Purwadi dalam siaran tertulisnya yang diterima yogyapos.com, Rabu (27/4/2022).
Ia memberi contoh, jika dalam sebuah kelurahan terdapat 30 kasus stunting, maka harus langsung ditangani ketiga puluh kasus tersebut tanpa dibagi dalam beberapa periodisasi pelaksanaan kegiatan. Dengan penyelesaian kasus secara menyeluruh, maka stunting di wilayah tersebut akan langsung selesai pada saat itu.
“Sinergitas antar OPD sangat dibutuhkan agar dalam pelaksanaan program tidak terjadi tumpang tindih, tetapi menjadi satu kesatuan yang saling dukung dan terpadu agar program berjalan efektif dan efisien,” jelas Heroe.
Ia menambahkan, demikian pula dengan masyarakat, harus bisa saling berbagi peran, masing-masing mengerjakan apa dan dimana. Bila kondisi tersebut terwujud, maka akan mudah dalam melakukan monitoring dan evaluasi pada tiap proses yang dikerjakan.
Diketahui, stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau berperawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.
Hal itu disebabkan asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Permasalahan stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun. (Arif KF)
