Yogyapos.com (YOGYA) - Pemkot Yogya bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang DIY melaksanakan program bersih-bersih Bendung Lepen Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Senin (6/6/2022) siang. BRI memberikan dana CSR sebanyak Rp 800 juta untuk mengembangkan tempat tersebut menjadi lebih baik.
Dalam kegiatan bersih-bersih Bendung Lepen ini, dilakukan dengan beberapa kegiatan di antaranya pembersihan dan penataan sungai, edukasi lingkungan sehat, pemberdayaan dan pengelolahan sampah, pembangunan sarana, prasarana di pinggir sungai serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
CEO Bank BRI Yogyakarta, Jhon Sarjono mengatakan, melalui CSR kegiatan program bersih sungai di Bendung Lepen ini, pihaknya ingin mengedukasi pentingnya lingkungan sungai yang sehat.
"Nyatanya setelah sungai dibersihkan, ditata, dan dijaga, keberadaannya dapat membawa banyak manfaat bagi warga yang hidup di sekitarnya," jelasnya di Bendung Lepen, Senin (6/6/2022).
Ia menerangkan, dalam CSR ini, BRI menggelentorkan dana sebesar Rp 800 juta. Selain bersih bendung Lepen, BRI juga mengedukasi masyarakat dalam mengolah sampah.
"Sampah yang terkumpul dari bersih bersih sungai tersebut dipilih dan dipilah, dipisahkan sampah organik dan anorganik," jelas Jhon.
Ia melanjutkan, sampah organik yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan untuk keperluan masayarakat seperti bahan pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan bisa diolah menjadi biogas.
Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantran Umbulharjo, Rajwan Taufik mengapresiasi program yang telah dilakukan Bank BRI karena mampu mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan sungai.
“Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada BRI yang telah memberikan CSr-nya dalam rangka untuk mengembangkan Bendung Lepen ini," ujarnya
Menurutnya, bantuan sebanyak Rp 800 juta tersebut bungkan junlah yang sedikit. Bisa dilihat bersama, saat ini sudah ada perubahan yang luar biasa di tempat tersebut, dan merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat.
Rajwan menjelaskan, dahulu wilayah Bendung Lepen tersebut merupakan tempat yang dihindari karena konotasinya kurang baik dan tempat pembuangan berbagai sampah. Saat ini berubah menjadi kawasan yang cantik, nyaman, dan bisa menjadi alternatif wisata di tempat.
"Berkat sinergi dan tekad semua, dari seluruh warga masyarakat. Merubah kampung Mrican yang konotasinya kurang baik menjadi kampung takwa," pungkas Rajwan. (Arif KF)
