Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) alokasi Mei 2024 dengan sasaran Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) yang tidak mampu atau miskin. Bantuan berupa beras.
Carik Margorejo Ariyanto Wibowo mengatakan, bantuan ini bersumber dari Badan Pangan Nasional dan PT Pos Indonesia (Persero) berperan sebagai Transporter. PT Pos Indonesia telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sleman perihal mekanisme dan waktu penyaluran bantuan.
BACA JUGA: BNN DIY Tangkap 12 Tersangka Penyalahguna Narkotika, Dua Diantaranya Wanita
“Sesuai dengan data yang diterima dari Badan Pangan Nasional Indonesia tercatat sejumlah 1068 Keluarga Penerima Manfaat,” kata Ariyanto, di Aula Gedung Serbaguna Margorejo, Selasa (25/6/2024).
Guna memperlancar pendistribusian, jelas dia, pelaksanaan dilakukan secara grouping comunition, satu paket bantuan terdiri 10 kilogram beras.Penerima utama sesuai dengan daftar dengan syarat menunjukkan surat undangan / pemberitahuan, KTP-el dan/ atau kartu keluarga asli.
BACA JUGA: Tersandung Kasus, Tiga Lurah di Sleman Dipastikan Tak Bisa Peroleh Perpanjangan Jabatan
“Jika penerima utama tidak dapat mengambil bantuan secara langsung atau meninggal dunia maka bantuan dapat diberikan kepada keluarga yang tercantum dalam kartu keluarga dengan membawa surat pemberitahuan dari Kantor Pos dan membawa KTP dan KK asli anggota keluarga yang mewakili,” jelasnya.
Jika ditemukan penerima utama tidak sesuai data, yaitu meninggal dunia, pindah domisili, dicatat lebih dari 1 kali, tidak ditemukannya alamat atau sudah mampu dan/ atau menolak menerima bantuan dapat dilakukan penggantian.
BACA JUGA: Haji 2024, Saudi Umumkan 1.301 Orang Wafat dan 83 Persen Jemaah Tak Resmi
“Untuk penerima pengganti harus memenuhi persyaratan yaitu keluarga berstatus miskin yang belum menerima bantuan pangan dan/atau keluarga rawan pangan dan gizi,” tandasnya.
Penerima manfaat bersedia dilakukan pendataan geotagging foto diri, foto KTP/KK dan data lainnya oleh petugas/Juru serah dan jadwal (waktu dan tempat) diberitahukan lebih lanjut melalui aparat Desa/Kelurahan/RT/RW setempat. Semua tahapan tidak dipungut biaya apapun oleh Petugas Pos,” tandasnya.
Salah satu penerima bantuan, Muh Jawardi Suparni warga Padukuhan Nglebeng mengungkapkan rasa terima kasih telah mendapatkan bantuan beras, mengingat harga beras saat ini melambung tinggi.
BACA JUGA: Server PDN Kemenkominfo Terganggu, Polri Lakukan Assessment Cari Penyebabnya
“Saya merasa senang datang mengambil bantuan beras ini. Karena dengan mendapatkan bantuan berupa beras, saya bisa menanak nasi setiap hari,” ujar Suparni.
Hal tersebut diamini oleh Heri Pujiyanto warga Jlegong, dikatakan dengan bantuan membuktikan bahwa pemerintah tanggap dengan kondisi warganya. (Opo)
