Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Rp 50 Juta bagi Korban Longsor di Karangtanjung

share on:
Bupati Kustini saat meninjau rumah yang rusak akibat tertimpa talud longsor di Dusun Karangtanjung, Selasa (12/10/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau lokasi longsor yang menyebabkan salah satu rumah warga mengalami kerusakan berat di Dusun Karangtanjung, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Rabu (12/10/2022).

Peninjauan tersebut dilakukan Kustini setelah mendapatkan laporan terjadinya tanah longsor yang menimpa rumah warga, Selasa kemarin pukul 15.30 WIB diguyur hujan. Ia mengungkapkan kondisi rumah warga yang berdampak longsor, mengalami kerusakan berat dan keluarga telah mendapatkan perawatan karena mengalami luka akibat kejadian tersebut.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-sejumlah-bangunan-di-sleman-rusak-berat-akibat-hujan-lebat-8468

Kustini juga menyampaikan, beberapa hari terakhir ini terjadi hujan yang cukup lebat diwilayah Sleman masyarakat perlu lebih waspada untuk potensi dampak dari adanya hujan tersebut.

“Saya bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor ini,” tutur Kustini petugas BPBD Sleman dan Dinsos  .

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-138-kk-terdampak-bencana-alam-terima-bantuan-dari-pemkab-sleman-7274

Sementara Pemkab Sleman melalui BPBD Sleman memberikan bantuan Rp 50.000.000 untuk perbaikan rumah bagi warga Karangtanjung yang mengalami korban longsor.

Kepala BPBD Sleman Makwan menjelaskan, Pemkab Sleman berdasarkan Perbup No. 56 Tahun 2021 mengenai Pedoman Pengelolaan Bantuan Bencana memberikan bantuan penuh dengan salah satu pertimbangan bahwa korban merupakan warga yang masih katagori warga KK miskin.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-tni-au-dan-bazarnas-latih-trc-rapi-sleman-untuk-pemantaban-antisipasi-bencana-5680

“Kita perlu wasapada karena cuaca ekstrem itu hujan sangat deras mungkin durasinya tidak panjang, namun bisa menimbulkan volome air yang sangat banyak. Sehingga masyarakat harus waspada akan potensi bencana akibat cuaca ekstrem,” jelas Makwan. 

Makwan juga menyampaikan, sebagai upaya mitigasi bencana, masyarakat perlu memerhatikan sumber pemicu bencana. Terlebih saat ini dari informasi yang dihimpun BPBD Sleman, terdapat kindisi cuaca ekstrim sampai dengan tanggal 15 Oktober 2022. (*/Agn) 


share on: