Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo beserta Kepala Dinas Perpustakan dan Kearsipan, Sri Wantini beserta rombongan mengunjungi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspurdirla) Yogyakarta, Senin (6/2/2023).
Kunjungan ini diantaranya untuk meningkatkan program kunjungan perpustakaan kepada anak anak serta kecintaan terhadap dunia kedirgantaraan.
Kunjungan langsung diterima oleh Kapala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspurdirla) Yogyakarta, Kolonel Sus Yuto Nugroho.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-jcw-usut-tuntas-dugaan-korupsi-dana-hibah-pariwisata-9629
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam sambutannya mengatakan, program kunjungan ke museum ini, anak-anak bisa tahu tentang sejarah khususnya kedirgantaraan. Di tahun-tahun berikutnya kunjungan pustaka akan semakin digiatkan dengan menyambangi museum yang ada di wilayah DIY.
Program kunjungan pustaka sudah berlangsung dari tahun 2017 dan pada tahun 2023 Pemkab Sleman bekerja sama Museum Pusat TNI AU Mandala dalam program Kunjung Perpustakaan.
“Kolaborasi ini terwujud atas semangat Pemkab Sleman untuk menumbuhkan rasa nasionalis dan patriotisme pada anak-anak dan generasi muda di Kabupaten Sleman,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Museum Pusat TNI Dirgantara Mandala yang telah menyambut baik ajakan kolaborasi ini dengan memberikan akses gratis dan pelayanan bagi anak didik di Sleman melalui program Kunjung Perpustakaan.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bupati-kustini-kukuhkan-paguyuban-bregada-sleman-sembada-9624
Kepala Muspurdirla, Kolonel Sus Yuto Nugroho, berharap para siswa bisa menikmati koleksi yang ada di museumnya. Agar lebih menarik minat anak-anak mereka juga akan diajak menyaksikan film tentang yupiter aerobik yang ditayangkan di mini teater.
“Di Museum Dirgantara ini memiliki beragam kokeksi termasuk 61 pesawat terbang. Keberadaan museum ini banyak dikunjungi wisatawan tidak hanya di Sleman,namun juga dari luar daerah dan untuk bulan Januari telah dikunjungi 53 orang pengunjung,” jelas Sus Yuto Nugroho.
Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Sri Wantini menyampaikan. Program kunjungan ini juga mengenalkan letrasi sejak anak-anak yang tidak hanya sekadar baca tulis, namun siswa diharapkan bisa mengambil hikmah dari kegiatan tersebut kemudian bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan salah satunya cinta tanah air.
“Kunjungan dijadwalkan sebanyak 35 kali dengan peserta dari kalangan murid TK dan SD. Tiap kali kunjungan 30 orang terdiri dari siswa dan guru,” ujar Sri Wantini.
Lebih lanjut, Wantini juga menambahkan bahwa Pemkab Sleman juga akan menfasilitasi transportasi bus untuk antar jemput. (Agn)
