Pemandu Wisata Budaya Harus Punya Sifat Welas Asih

share on:
Pelatihan Pemandu Wisata Budaya Dinas Pariwisata Sleman || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemandu wisata budaya adalah ujung tombak pariwisata dalam memperkenalkan beragam potensi wisata berbasis budaya dan sejarah yang dimiliki Sleman. Oleh karena itu, mereka harus benar-benar menjiwai beragam nilai dan norma yang menjadi karakter dan jatidiri Kabupaten Sleman.

Demikian disampaikan mantan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara, SH, MHum saat menjadi narasumber Pelatihan Pemandu Wisata Budaya yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, di Hotel Aveon Selasa (24/5/2022). Pelatihan yang digelar 23 sampai 27 Mei 2022 ini diikuti 40 peserta dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sleman dan petugas candi Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

"Sebelum menjelaskan tentang jejak peradaban Sleman, perlu dipahami terlebih dulu simbol dan lambang yang dimiliki Kabupaten Sleman. Mungkin ada dari Anda yang belum tahu apa itu pusaka Kiai Turun Sih dan bendera Mega Ngampak. Padahal keduanya adalah identitas yang sarat dengan makna bagi kehidupan,” papar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sleman.

Sebagai pemandu wisata budaya, pesan Aji, Anda harus memiliki sifat welas asih kepada tamu atau wisatawan. "Ini adalah pengejawantahan dari makna simbolik pusaka milik Kabupaten Sleman yang diberikan Sri Sultan HB X yakni Kyai Turun Sih yang berpamorkan weras wutah,” tandasnya. 

Pelatihan Pemandu Wisata Budaya Dana Alokasi Khusus Non Fisik Tahun Anggaran 2022 ini dibuka oleh Nyoman Rai Savitri SPsi MEcDev, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata pada Senin 23 Mei 2022 mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

"Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas Pemandu Wisata Budaya. Selain itu juga memberikan penguatan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan sikap kerja Pemandu Wisata Kabupaten Sleman untuk dapat memberikan pelayanan yang prima khususnya dalam menjelaskan tentang kebudayaan, sejarah dan kisah, legenda yang  direpresentasikan pada candi ataupun situs budaya,” jelasnya.

Pemateri dalam pelatihan ini, lanjut Nyoman, berasal dari praktisi dan akademisi yang berkompeten dalam penyampaian ilmu kepemanduan, konsep wisata budaya dan peradaban nilai budaya, tradisi budaya, konsep dan teknik story telling.

Beberapa narasumber antara lain Dr Maria Tri Widayati MPd (Pengenalan Konsep Wisata Budaya), Peradaban dan Nilai Budaya Lokal Jawa (Prof Dr Suwarno, MPd), Peradaban Budaya Masa Hindu Budha (Gunawan Agung Sambodo SS MT), Peradaban Budaya Masa Islam, Kolonial dan Kemerdekaan (Wahjudi Djaja SS MPd), Tradisi Budaya (Aji Wulantara SH, MHum), Konsep dan Praktik Story Telling (Dr Minta Harsana, APar MSc), dan Role Play (Drs Moh Iqbal Yusron MM).

Selain itu untuk praktik lapangan dan memperkuat referensi Pemandu Wisata Budaya diisi dengan kunjungan ke Candi Plaosan dan Candi Sojiwan didampingi oleh Anna Tri Astuti, Ancas Yossi Cahyono dan Teddy Pritasari Septiaji dari Komunitas Kandang Kebo. (Iud)

 


share on: