Yogyapos.com (SLEMAN) - Puncak peringatan Hari Jadi ke-106 Kabupaten Sleman dilaksanakan di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (15/5). Setelah melalui peringatan yang berbeda karena Covid-19. Tahun ini kembali dilaksanakan secara sederhana namun tetap khimat.
Rangkaian kegiatan upacara peringatan Hari Jadi ke-106 diawali dengan proses serah terima pusaka tombak Kyai Turun di Pendopo Parasamya oleh Sektetaris Daerah Kabupaten Sleman, Hardo Kiswoyo kepda Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat HY Aji Wulantara sebagai Ketua Psnitia. Selanjutnya pusaka dikirab menuju tempat dilaksanakan kegiatan upacara di Lapangan Pemda Sleman oleh bergodo pembawa pusaka.

Pasukan Bregodo menhiring kirab tombak Kiai Turun
Dalam pelaksanaan upacara tersebut, Kustini Sri Pirnomo menyampaikan peringatan Hari Jadi menjadi momen bagi aparat pemerintah dan seluruh masyarakat untuk merefleksi serta mengevaluasi berbagai capaian yang diraih Kabupaten Sleman.
Disamping itu Kustini juga mengajak sekuruh elemem masyarakat untuk bersama sama gunregah, dan bangkit bersemangat untuk membangun Sleman untuk lebih baik, sesuai dengan tema peringatan hari jadi ‘Sesarengan Mbangun Sleman, Sleman Gumregah’.

Bupati Kusini terima laporan Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi Sleman
Sesarengan Mbangunn Sleman inilah yang menjiwai seluruh warga Sleman. Karena sejatinya pembangunan Sleman dilakukan dan ditujukan bagi masyarakat Sleman itu sendiri. Mewujudkan Sleman Sebagai Rumah Bersama membutuhkan kerja komunal, upaya gotong royong, gugur gunung tandang gawe amprih. “Monggo sami gumregah sesarengan bangun Sleman,” amanat Kustini.
Rangkaian upacara diakhiri pelepasan sejumlah 106 burung trotokan dan perkutut, yang melambangkan usia Kabupaten Sleman tahun ini. (*/Agn)
