Pasca Musibah Puting Beliung, Pemkal Tamanan dan Wirokerten Dirikan Posko

share on:
Koordinasi penanganan musibah puting beliung || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Pasca musibah puting peliung yang melanda wilayah Kalurahan Banguntapan dan Wirokerten Kapanewon Banguntapan pada Kamis (30/3/2023), Pemerintah Tamanan dan Wirokerten membentuk Posko Notulen Hedrometeorologi untuk memudahkan koordinasi dan penanganan.

Musibah puting beliung itu telah mengakibatkan ratusan pohon tumbang, bahkan sebagian diantaranya menimpa dan merobohkan rumah penduduk.     

“Karena itulah pembentukan posko guna memudahkan penanganan musibah alam ini layak disambut positip,” kata Panewu Banguntapan Bantul, I Nyoman Gunarsa SPsi MPsi, Jumat (30/3/2023).

Hasil notulen sementara akibat becana alam itu ratusan pohon tumbang, puluhan rumah dan bangunan lain porak poranda akibat tertimpa pohon.

Adapun struktur posko terdiri Ketua Hartoyo (Lurah Tamanan), Sekretaris Dwi Erni, Korlap Pardiyo Pribadi (Wirokerten), Logistik Hikaraya Tunggal (FPRB Tamanan) Seksi Kesehatan dr Wahyu (Puskesmas Banguntapan) dan Penasehat Forkompimkap Banguntapan.

Sejak kemarin sampai Jumat pukul 06.30 WIB pihak padukuhan merekap data kejadian ke posko dan rencananya akan melakukan pendataan dampak kerusakan maupun penyaluran logistik.

Posko juga akan merekomendasikan dan mengkoordinasi ke dinas terkait untuk penganannya. “Kita berharap pendataan ini harus valid dan detail. Rekomendasi tindakan melibatkan empat pedukuhan. Selain itu juga merekomendasikan 4 tim Assessment,” jelasnya.

Jumlah kerusakan meliputi Dusun Botokenceng, Grojogan dan Wirokerten. Di Wirokerten setidaknya ada 10 rumah yang rusak. Pos juga akan meminta dukungan BPBD DIY berupa banyuan alat untuk evakuasi galvalum.     

Disisi lain Posko siap melakuka penerimaan dan pemberian bantuan logistik kepada pihak-pihak yang berdampak. Di Grojogan antara lain di RT 1 dan 7. Selain itu  juga di Dusun Donoloyo, Bopongan, dan Jatiarang. (Spd)

 


share on: