Pariwisata Berkontribusi Signifikan pada GDP

share on:
Niken Permata Sari SE MSc (terdepan), Dosen Prodi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Pariwisata merupakan salah satu industri besar di dunia dan sektor yang tercepat perkembangannya. Apabila dihitung dari nilai total perdagangan di seluruh dunia maka pariwisata menyumbang lebih dari sepertiganya. Pariwisata juga merupakan faktor pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan negara. Dalamhal ini, pariwisata inbound memiliki efek positif pada pertumbuhan ekonomi melalui cara yang berbeda.

Demikian diungkapka Dosen Program Studi (Prodi) Kewirausahaan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM) Niken Permata Sari SE MSc, Kampus Terpadu UWM, Gamping, Sleman, Senin (6/3/2023).

Niken menyampaikan bahwa literatur pariwisata yang berfokus pada studi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi berhubungan melalui berbagai metode seperti kausalitas Granger, kointegrasi, analisis regresi, namun penelitian yang menggabungkan analisis input-output tidak sebanyak penelitian yang lain.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peranpenting dan dampak signifikan pada ekonomi, terutama pada indikator hotel dan restoran. Pariwisata bukan merupakan sektor kunci pada ekonomi, tetapi terutama hotel dan restoran dan sarana prasarana transportasi, indikator aktivitas pada agen perjalanan, sektor pariwisata memiliki keterkaitan yang tinggi dengan ekonomi.

“Hal ini berarti bahwa pariwisata berkontribusi signifikan terhadap Gross Domestic Product (GDP),” terang Niken.

Permintaan untuk produk dari setiap sektor meningkatakan menyebabkan sektor tersebut akan perlu untuk membeli lebih banyak item sebagai masukan dari sektor lain untuk menghasilkan output tambahan. Pembelian ini akan merangsang output tambahan yang pada gilirannya akan memerlukan pembelian lebih lanjut dan sebagainya.

“Dengan demikian, efek langsung dan tidak langsung ini akan dapatdiketahuidi seluruh ekonomi antara lain dengan menggunakan output dan pendapatan,” pungkasnya. (Bhenu)

 

 


share on: