Pantomimer Jemek Supardi Dimakamkan di Girisapto Imogiri

share on:
Jenazah Jemek Suparidi saat disemayamkan di PUKY, Minggu (17/7/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Yogyakarta berduka, khususnya para seniman. Seorang maestro Pantomim Jemek Supardi meninggal dunia pada Sabtu 16 Juli 2022 pukul 18.00 WIB.

Jenazah Jemek Supardi yang lahir pada 14 Maret 1953, sempat disemayamkan di Perkumpulan Urusan Kematian Yogyakarta (PUKY) Sonopakis, Ngestiharjo Bantul. Selanjutnya dimakamkan di kompleks Makam Seniman Girisapto Imogori, Minggu (17/7/2022) Pukul 13.00 WIB. 

Tampak ratusan karangan bunga memadati halaman PUKY, demikian pula ratusan pelayat datang silih berganti di ruang jenazah dimana almarhum Jemek Supardi disemayamkan. Para seniman Yogya dan mereka yang melayat mengaku sangat kehilangan.

Seniman Bimo Wiwohatmo (kiri) merasa kehilangan || YP-Agung DP

“Saya mengenal Mas Jemek sudah lama sejak bersama-sama mencari jati diri dalam berkesenian. Memori yang tidak bisa dilupakan mungkin juga oleh para seniman adalah anekdot-anekdotnya,” ungkap Bimo Wiwohatmo  maestro tari pada yogyapos.com di sela-sela melayat. 

Lanjutnya, Jemek juga merupakan pioner dalam pantomim di Yogya. Komitmen dan konsisten berpantomim. Bahkan jauh-jauh hari sebelum meninggal dunia sudah membuat rangsangan-rangsangan kepada seniman muda, sehingga sepeninggalnya benih-benih pantomimer muda sudah bermunculan.

Sebagian karangan bunga || YP-Agung DP

Senada disampaikan Untung Basuki, dirinya merasa kehilangan dengan meninggalnya Jemek Supardi sebagai teman dekat. Banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan. Ia menyatakan mengenal Jemek sejak belum apa-apa sampai menjadi seorang seniman pantomin yang istimewa.

“Jemek memiliki komitmen kuat di dunia pantomin hingga akhir hayatnya. Belum lama saya bertemu dirumahnya dan rencana dengan beliau mau srandulan, tapi ia mendahului menghadap Tuhan. Semoga beroleh tempat istimewa di sisiNya,” timpal Harjuna HP, seniman teater Yogya yang juga ikut melayat. (Agn)

 


share on: